Selain paspor, dokumen lain yang wajib dimiliki sebelum berangkat ke luar negeri adalah visa. Visa sendiri berfungsi sebagai bukti bahwa kita memiliki izin tertulis dari suatu negara untuk mengunjungi negara tersebut dan dikeluarkan oleh kedubes di negara asal. Jenis visa yang akan kita buat pun ditentukan berdasarkan tujuan kita, baik visa kunjungan), sekolah (visa student), atau visa kerja dan lainnya.

Syarat pembuatan visa pun sebetulnya berbeda-beda untuk setiap negara. Tapi, umumnya proses dan persyaratan pembuatan visa kunjungan atau berlibur adalah sebagai berikut:

  1. Persiapkan Paspor dan Pas Foto

Untuk membuat visa kamu tentu harus memiliki paspor. Pastikan paspormu sudah siap atau masih berlaku sebelum kamu mengajukan visa. Paspor tersebut berguna untuk mengecek visa yang telah didapatkan sebelumnya. Jangan lupa juga untuk menyiapkan pas foto sesuai standar atau permintaan kedubes negara yang dituju. Kamu bisa mengecek informasinya melalui kedubes atau mencari datanya secara online di internet.

  1. Ambil Formulir Secara Online atau Manual

Setelah paspormu siap, maka kamu bisa mengambil formulir pengajuan visa yang tersedia di kedutaan secara manual. Saat ini kamu tak perlu repot-repot datang ke kedutaan besar untuk mengambil dan mengisi formulir pengajuan visa. Kamu bisa mendapatkannya di website resmi kedutaan dan mengisinya dengan sistem online. Pastikan kamu mengisi formulir tersebut dengan data yang benar dan cek kembali detailnya sebelum diajukan. Jika salah mengisi, bisa-bisa visamu tidak akan pernah terbit.

  1. Lakukan Pembayaran Visa

Langkah ketiga yang perlu kamu lakukan setelah mengisi formulir adalah melakukan pembayaran visa. Untuk besaran biaya tergantung pada jenis visa yang dipilih (single entry atau multiple entry). Beberapa negara bahkan meminta dana lebih apabila kita melakukan permohonan visa melalui proses express. Jangan lupa simpan bukti pembayaran sebagai syarat pengambilan visa di kedutaan nantinya.

  1. Siapkan Bukti Kepemilikan Dana

Setelah paspor dan formulir siap, kamu juga mesti menyiapkan bukti kepemilikan dana. Dokumen ini penting untuk meyakinkan pihak kedubes kalau kita akan punya cukup uang untuk hidup selama melakukan perjalanan. Bukti kepemilikan dana bisa berupa slip gaji atau fotokopi buku tabungan. Jika kamu ingin bepergian ke luar negeri kamu juga harus memastikan bahwa aliran dana yang masuk ke rekeningmu selama tiga bulan terakhirberjalan lancar.

  1. Miliki Surat Keterangan Kerja atau Sekolah

Selain buktu kepemilikan dana, diperlukan juga surat keterangan kerja atau sekolah/maupun kuliah dalam pembuatan visa. Dokumen ini berguna bagi kedubes untuk mengetahui status seseorang apakah kamu seorang karyawan atau pelajar. Hal ini juga akan menjadi jaminan bahwa kamu akan kembali lagi ke Indonesia setalah kunjungan berakhir karena kamu tentu memiliki kewajiban yang harus dipenuhi.

  1. Visa On Arrival

Bagi kamu yang belum pernah ke luar negeri, kamu juga harus tahu kalau ada jenis visa yang bisadibuat di negara yang dituju dan berlaku di negata bebas visa atau yang dikenal dengan sebutan Visa on Arrival (VoA). Meski judulnya bebas visa, kamu tetap diwajibkan mengurus visa setibanya di negara tujuan. Kelebihan visa ini adalah kamu tak perlu repot mengurus visa lebih dulu di Indonesia atau melakukannya jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Masa berlaku visa ini bisa berlangsung selama kurang lebih 6 bulan sejak kedatangan.

VoA ini juga biasanya hanya berlaku untuk kunjungan singkat, seperti untuk wisata. Dan untuk traveller newbie yang baru pertama kali ke luar negeri, ada baiknya jika mengunjungi Negara bebas visa jika ingin melancong ke luar negeri seperti negara-negara di kawasan ASEAN atau Asia Tenggara seperti Brunei, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam,dan tentunya Indonesia.

Untuk mengetahui daftar lengkap negara-negara yang bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia, kamu bisa mencari datanya di internet. Selamat mencoba!