Surat keterangan kerja adalah dokumen wajib pengajuan visa bagi kamu yang statusnya adalah pekerja atau karyawan. Surat ini bisa kamu dapatkan di bagian HR (Human Resource) dengan kop perusahaan, stempel dan tanda tangan basah. Surat keterangan kerja harus masih update, usahakan tidak lebih dari 30 hari pada saat kamu apply untuk visa.

Negara yang mewajibkan surat keterangan bukti bekerja sebagai persyaratan dari visa untuk paspor Indonesia ada banyak termakud Amerika Serikat, Eropa (visa Schengen), Korea Selatan, Jepang, China, Australia, New Zealand, Inggris, KanadaΒ  dan negara lainnya.

Pengalaman pribadiku apply visa bisa kamu liat di channel Youtubeku (jangan lupa subscribe ya!)

Isi Surat Sponsor Visa

Alasan kenapa banyak negara men-syaratkan surat keternagan kerja untuk paspor Indonesia adalah untuk menyakinkan si negara pemberi visa bahwa tujuan kunjungan kita semata-mata adalah untuk liburan dan rekreakasi dan tidak di salahgunakan untuk mencari pekerjaan yang illegal. Β Surat keterangan ini di buat dalam Bahasa Inggris.

Makanya dalam surat keterangan kerja biasanya dituliskan secara detail bahwa kamu benar adanya merupakan karyawan swasta di perusahaan tersebut dan akan berkunjung pada tanggal tertentu dengan status cuti serta pernyataan bahwa kamu akan kembali lagi ke tanah air selesai liburan.

Berikut adalah hal yang perlu kamu tekanan dalam surat keterangan kerja:

  • Data diri pribadi kamu (nama, nomor KTP/paspor, tanggal lahir, alamat)
  • Jabatan kamu di di perusahaan
  • Tanggal berkunjung (dari tanggal sekian hingga sekian)
  • Maksud kunjungan (untuk wisata)
  • Pihak yang menanggung biaya-biaya selama perjalanan (akan menggunakan dana sendiri atau disponsori oleh perusahaan atau keluarga)
  • Pernyataan akan kembali ke negara asal (Indonesia) setelah usai kunjungan dan rencana skan kembali bekerja di perusahaan serta pernyataan tidak akan mencari pekerjaan illegal di negara yang kamu kunjungi.

Surat Keterangan Kerja Untuk Visa

Surat Sponsor Visa untuk Wirausaha / Mahasiswa

Untuk yang wiraswasta, maka bisa di lampirkan SIUPP dan bukti usaha lain seperti NPWP dan print website kalau servis dan jasanya dilakukan online. Kalau status usaha kamu berbentu yayasan, kamu bisa mencantumkan akta pendirian yayasan.

Bagi kamu yang tidak bekerja, kamu bisa mencantumkan surat rekomendasi dari keluarga (misalnya suami, orangtua atau anak) yang menerangkan bahwa mereka akan menanggung biaya perjalanan kamu selama berada di luar negeri hingga kembali ke Indonesia.

Isi surat rekomendasi kurang lebih sama dengan isi surat keterangan kerja yakni keterangan identitas personal kamu, tanggal kunjungan, tujuan kunjungan, siapa pihak yang menanggung biaya serta janji tidak akan berbuat onar di negeri. Selain surat rekomendasi, kamu juga wajib mencantumkan rekening koran si penanggung biaya liburan.

Bagi kamu yang masih berkuliah atau masih sekolah, kamu bisa mencantumkan surat keterangan mahasiswa atau surat keternagna pelajar sebagai pengganti surat keterangan bekerja untuk pengajuan visa. Cantumkan juga kartu tanda mahasiswa dan kartu tanda pelajar untuk semakin memperjelas statusmu.

Surat Keterangan Mahasiswa Untuk Visa

Syarat visa di setiap kedutaan memiliki kemiripan untuk kelengkapan dokumen pendukung. Semakin detail dan semakin lengkap dokumen yang kamu sertakan untuk meyakinkan kedutaan mengenai tujuan kunjungan kamu, maka semakin tinggi kemungkinan bahwa kamu akan mendapatkan visa.

Hal lain yang perlu kamu perhatikan dalam pengumpulan dokumen adalah menerjemahkan dokumen berbahasa Indonesia ke Bahasa Inggris di penerjemah tersumpah.

Meskipun begitu, keputusan akhir apakah visa kamu akan disetujui atau tidak sangat tergantung dari pihak kedutaan. Sering kali, dana yang kamu keluarkan untuk biaya pengajuan visa di kedutaan (yang jumlahnya tidak sedikit) tidak akan dikembalikan apabila visa kamu di tolak.

Oleh karenanya sebelum mengirimkan dokumen, kamu harus perhatikan dengan seksama jangan sampai ada yang ketinggalan dan jangan sampai ada pengisian form yang salah. Saya sendiri untungnya belum pernah punya pengalaman visa di tolak, karena saya selalu berusaha untuk mengirim dokumen selengkap mungkin dan tujuan saya jelas (kebanyakan untuk konfrensi, seminar atau beasiswa yang di sponsori, di luar dari jalan jalannya).

Setelah pemberian dokumen, proses selanjutnya dalam pengajuan visa adalah wawancara. Ada juga kedutaan yang tidak mengharuskan proses wawancara. Kamu dapat menghubungi langsung untuk menayakan apakah visa kamu sudah selesai sesuai dengan jangka waktu proses dari visa. Good luck ya!

Traveling Aja Dulu Book Olivia Purba