Meskipun negaranya kecil, ternyata ada banyak juga yang bisa dijelajahi di Brunei Darussalam. Akhir tahun 2019 yang lalu, saya berkesempatan mengunjungi Bandar Seri Begawan, ibu kota Brunei Darussalam. Sebenarnya alasan utama kunjungan wisata saya di Brunei adalah untuk mengikuti seminar, sementara sisa waktu yang saya punya di Brunei saya  gunakan untuk menjelajahi negara ini. Kebetulan Brunei adalah negara ASEAN terakhir yang saya kunjungi, jadi meski banget jelajahin negara yang dari ke ujung ke ujung bisa di lalui hanya beberapa jam.

1.   Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin

Terletak di Ibukota Brunei, Bandar Seri Begawan, Masjid ini yang adalah ikon utama negara Brunei. Pembangunan Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, sudah dimulai pada 1954 dan selesai empat tahun kemudian. Usai didirkan masjid pun di resmikan langsung oleh Sultan Omar Ali.

Mesjid terlihat megah karena kubah masjid memang terbuat dari emas murni. Posisinya yang berada di tepi sungai menambah keanggunan gedung. Lebih tepatnya lokasinya bersampingan dengan Kampung Ayer, tempat wisata lain yang juga wajib di kunjungi di Brunei. Bisa di bilang kalau kamu berkunjung ke Brunei, kamu wajib berkunjung ke sini karena selain bisa melihat kemegahan masjid ini, kamu juga bisa melanjutkan perjalanan kamu di kampung Ayer.

Travel Brunei Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin

2. Wisata Brunei Kampong Air

Kampung Ayer ini merupakan perkampungan nelayan masyarakat Brunei yang di bangun di atas air. Kampung Ayer (di baca kampung air) ini sebanarnya mirip dengan kampung air yang ada di Kalimatan Barat. Mungkin karena masih dari kelompok etnis yang sama dan juga geografis yang sama yakni di Borneo, jadi Indonesia masih memiliki kemiripan budaya dengan Burnei.

Kampung Ayer ini termasuk dalam warisan budaya yang terus menerus dilestarikan oleh pemerintah Brunei. Kampung yang berlokasi diatas sungai Brunei ini dianggap sebagai desa air terbesar di dunia, bahkan kerap mendapat julukan sebagai ‘Venesia dari timur’. Penduduk di kawasan Kampung Air ini menggunakan perahu sebagai transportasi untuk beraktivitas sehari-hari (ya iya dong kan berdirinya di atas air).

Hal yang menurutku unik dari Kampung Air ini adalah lokasi disekelilingnya sudah di moderinisasi dengan berbagai fasilitas seperti sekolah, taman, layanan darurat, satelit, bahkan disana juga sudah disediakan layanan Wifi. Pada saat saya berkeliling kampung ini, saya juga melihat lampu-lampu warna warni dan tanaman asing (diambil dari berbagai tempat di seluruh dunia). Taman tersebut di tata dengan nuansa modern dan elegan memuat lokasinya cocok untuk berjalan kaki sambil menikmati suasana sungai dan taman.

3. Royal Regalia Museum

Museum ini dikenal juga sebagai Musem Bangunan Alat–Alat Kebesaran Diraja. Museum ini berisikan benda-benda peninggalan sultan dan menceritakan mengenai sejarah negara Brunei. Di dalam museum, dengan detail diceritakan silsilah dan keluarga Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah, termakud latar belakangnya dari kecil hingga sekarang.

Museum ini gratis lho tapi kamu di larang membawa kamera ke dalam museum. Hal yang menarik saya temukan di dalam musem adalah beberapa souvenir yang di hadiahkan kepada Sultan Brunei dari sejumlah kepala negara terkemuka di dunia termaksud Indonesia. Benda-benda ini sangat random, mulai dari keramik, vas, kain, guci, hiasan kayu hingga bubuk kopi yang sudah di paketkan. Biasanya souvernir yang diberikan terkait dengan ke khasan negara dari asal negara si pemberinya.

4. Wisata Brunei Istana Nurul Iman

Istana Nurul Iman merupakan kediaman resmi Sultan Haji Hassanal Bolkiah yang juga digunakan sebagai Istana Negara. Istana ini dibangun di lahan seluas sekitar 200.000 m2 dan berdiri sejak tahun 1984. Istana utama di Brunei ini dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas berkualitas terbaik. Di antaranya, 1.788 buah kamar, 257 kamar mandi, 18 lift, sebuah masjid yang mampu menampung 1.500 jemaah, sebuah aula besar, dan lima kolam renang. Wiw…. namanya juga istana.

Saya sendiri sempat datang ke istana ini, namun hanya di gerbangnya saja, karena ternyata Istana ini di buka untuk umum cuma sekali setahun yakni pada saat Hari Raya Idul Fitri selama 3 hari. Alhasil saya nikmati saja ber-selfie di pagarnya seperti video Youtube di bawah. Jangan lupa subscribe ya!

5.  Gereja Our Lady of the Assumption

Ini tempat wisata Brunei terakhir yang bisa kamu kunjungi. Saya sendiri gak menyangka kalau di Brunei ada gereja Katolik yang artinya negara ini cukup toleran terhadap agama lain. Meskipun dari jumlah penduduk yang sekitar 400 ribu orang, sekitar 67 persen beragama islam.

Gereja ini sudah berdiri lama yang bisa juga di lihat dari model bangunannya, meskipun tahun pendiriannya belum bisa di pastikan. Dari luar gereja ini terlihat biasa saja, namun ketika masuk ke dalamnya, interiornya cukup indah. Lokasi gereja ini cukup berdekatan dengan Museum Kerajaan Regalia, oleh karenanya kalau kamu berniat mengunjungi gereja ini sempatkan juga mengunjungi museumnya.

Gereja My Lady Last Assumption Brunei

Nah itu dia lima tempat wisata di Brunei yang saya saranin kamu kunjungi, kira-kira tempat mana yang paling ingin kamu datangi? Jangan lupa share di kolom komentar ya!

Traveling Aja Dulu Book Olivia Purba