Sumba adalah salah satu pulau cantik yang terletak di sebelah timur Bali yang belakangan semakin naik daun karena keindahan alamnya yang masih sangat alami. Selain itu, pulau Sumba juga punya banyak kebudayaan yang unik yang berbeda dari tempat tempat lain di Indonesia. Awal bulan Maret 2022 lalu saya dan pasangan berkunjung ke pulau Sumba selama 5 hari! Seru banget dan gak bakal nyesal pernah eksplore pulau ini. Nah simak tipis wisata Sumba komplit dariku untuk kamu yang berencana traveling ke pulau ini.

10 Tempat Wisata Terbaik Sumba

Ini adalah beberapa tempat wisata yang sempat saya kunjungi selama di Sumba. Karena keterbatasan waktu, saya dan pasangan hanya sempat mengunjungi sekitar 10 tempat wisata yang sebagian besar berada di Sumba Barat. Ini dia listnya:

1. Waikuri Lagoon

Weekuri Lagoon atau Danau Weekuri adalah salah satu tempat wisata yang paling mudah dikunjungi jika kamu tiba di Tambolaka airport. Danau ini hanya berjarak sekitar 45 menit dari Bandara Tambolaka. Karena hari pertama kami menginap di Tambolaka, danau ini adalah target tujuan wisata utama kami. Danau Waikuri sebenarnya adalah laguna yang berisi air asin dari laut sekitarnya. Air di danau ini masuk dari air laut yang ada di celah tebing. Danau Waikuri cukup dalam jika air sedang naik di siang hari dan airnya surut di sore hari. Kalau kamu berencana berenang di danau ini, kamu bisa datang di siang hari sebelum air surut. Kebetulan kami berkunjung ke danau ini di senja hari ketika air danau hampir surut sehingga tidak sempat berenang. Padahal Sumba panas banget, asik kalau bisa coba berenang di danau yang warnanya biru kehijauan ini.

Waikuri Lagoon

2. Pantai Pero

Destinasi wisata lainnya yang wajib kamu kunjungi di sekitar Sumba Barat adalah Pantai Pero. Pantai yang terletak di daerah Pero Kodi kabupaten Sumba Barat Daya ini punya pemandangan laut yang indah serta ombak yang cukup besar sehingga banyak disukai peselancar. Selain menghabiskan waktu di pantai, kamu juga bisa menyusuri desa yang berada di kawasan pantai Pero. Meskipun hanya desa kecil, desa di sekitar pantai Pero ini punya pemandangan yang indah dan kamu bisa mengelilinginya dengan motor. Kami sendiri awalnya berkunjung ke Pantai Pero karena nyasar, tapi malah gak nyesal karena pantai Pero indah juga. Tumpukan batu karang yang ada di pantai ini menjadikan pantai ini spot yang indah untuk berfoto.

pantai pero

3. Kampung Adat Ratenggaro

Kampung Adat Ratenggaro adalah kampung adat di desa Umbu Ngedo. Dari Pantai Pero hanya sekitar 15 menit ke Kampung Adat Ratenggaro. Kampung ini terdiri  rumah-rumah adat seperti rumah panggung dengan atap yang sangat tinggi. Konon rumah-rumah tersebut hanya terbuat dari kayu dan potongan bambu saja. Semakin tinggi atap rumah adat menandakan kedudukan pemilih rumah tersebut di desa. Letaknya yang berada di pesisir pantai dan juga dekat dengan tebing membuat desa ini terlihat sangat indah. Kampung Adat Ratenggaro juga memiliki situs pemakaman kuno yang terkadang di hiasi relief hewan. Kuburan batu megalitikum ini hingga sekarang masih di jadikan tradisi di kampung adat.  Tidak jauh dari kampung ini ada pula pantai Ratenggaro. Kalau kamu berkunjung ke sini maka akan bertemu penduduk lokal yang menjual suvernit kerjainan dari kayu, kalung dari tanduk kerbau serta menawarkan untuk naik kuda sambil berfoto.

Kampung Adat Ratenggaro

Nih di kerumunin warlok yang mau nawarin jasanya.

4. Kampung Tarung

Berbeda dengan kampung adat Ratenggaro yang berada di daerah terpencil, kampung Tarung justru terletak di daerah perkotaan tepatnya di kota Waikabubak, kabupaten Sumba Barat. Kampung ini sebenarnya adalah komplek yang terdiri dari beberapa kampung budaya. Di desa ini, kamu bisa melihat kebudayaan lokal dan mempelajari bagaimana orang-orang di sana hidup setiap harinya. Kampung Tarung sendiri diyakini memiliki budaya khas bangsa Austronesia yang sudah ada sejak zaman dahulu. Selain mempelajari adat budaya daerah setempat, kamu juga bisa membeli souvenir khas dari Kampung Tarung seperti tenun tradisional.

Kampung Tarung

5. Lapopu Waterfall

Air terjun Lapopu ini salah satu destinasi terpopuler yang ada di pulau Sumba. Saking indahnya, air terjun yang memiliki ketinggian 90 meter ini dijuluki Niagara Indonesia. Air terjun yang terletak di daerah Wanokaka ini lokasinya agak terpencil dengan jalanan yang berkerikil dan curam. Saya sendiri sempat berkunjung dengan menggunakan motor, namun saran saya lebih baik berkunjung dengan mobil mengingat medannya yang sangat curam. Dititik parkir motor, kamu harus berjalan ke bawah sekitar 300 meter untuk tiba di air terjun. Meski begitu, kamu bisa menyewa seorang pemandu dengan tips yang diberikan tentunya sukarela. Biaya masuk ke air terjun untuk wisatawan local adalahRp.5.000 dan Rp.150.000 untuk wisatawan mancanegara. 

Air terjun lapapu

6. Bendungan Waikelo Sawah

Bendungan ini adalah sebuah sumber mata air di Waikelo. Masyarakat menggunakannya sebagai pembangkit listrik dan pengairan sawah. Bendungan yang terletak di desa Tema Tana ini sudah ada sejak tahun 1976 dan menjadi sumber air bagi warga sekitar dikarenakan musim kemarau di Sumba berlangsung lebih lama dibandingkan musim penghujannya. Di sekitar bendungan kamu akan melihat penduduk lokal mandi, cuci baju dan anak anak bermain. Bendungan yang berada di kaki bukit ini dikelilingi sawah dan pepohonan yang rindang sehingga membuat suasananya sangat teduh dan segar.  Ada juga gua di bagian atas bendungan yang membuat suasanaya semakin teduh. Tidak ada biaya masuk untuk ke lokasi bendungan ini hanya jalannya cukup berkerikil. 

Bendungan Waikelo Sawah

7. Bukit Lendongara

Bisa dibilang Bukit lendongara adalah salah satu hidden gem di pulau Sumba. Bukit lendongara yang sering disebut dengan singkatan bukit LDR ini punya landscape perbukitan hijau dengan latar belakang lautan biru yang sangat indah. Tak heran jika para pengunjung tetap banyak datang ke bukit ini meskipun diperlukan perjuangan yang cukup sulit karena harus menempuh perjalanan jauh dan jalan yang rusak. Perjalanan yang tidak mudah tersebut nantinya akan terbayar dengan keindahan Bukit LDR yang bisa jadi spot foto instagramable. Gundukan bukit bukit hijau terlihat seperti gundukan bukti teletubies. Bukit ini cukup dekat dengan airport. Kami sempat mengunjungi bukit ini sebelum berangakt pulang dari airport Tambolaka yang jaraknya hanya 15 menit berkendara dari bukit ini.

8. Pantai Kerewei

Pantai adalah objek wisata yang tidak bisa dipisahkan dari pulau Sumba. Hampir sebagian besar wilayah Sumba terletak dekat dengan pesisir pantai. Karena kebetulan kita sempat menginap di Napujawa Cotteges Lamboya yang sangat berdekatan dengan pantai Kerewei, maka kami pun beberapa kali mengunjungi. Pantai dengan pasir putih ini sering disebut sebagai surga tersembunyi di Sumba karena keindahan pemandangannya. Disini kamu juga bisa melakukan aktifitas lainnya seperti berenang dan berselancar karena ombak di pantai cukup besar. Pada saat kami berkunjung di Pantai Kerewei, mulai banyak akomodasi seperti guesthouse, boutique hotel dan restoran tepi laut dengan kolam. Suasananya jadi mirip di Bali namun dengan pantai yang lebih sepi dan bersih.

pantai sumba watubela

9. Pantai Watu Bela

Selain Pantai Kerewei, pantai lainnya yang bisa kamu kunjungi jika berada di desa Patiala Bawa adalah Pantai Watu bella. Lokasinya diapit oleh Pantai Kerewei dan Pantai Marosi. Pantai Watu Bella adalah pantai cukup sepi pengunjung sehingga kamu bisa menikmati suasana pantai dengan tenang. Kamu tidak perlu membayar tiket masuk untuk masuk ke pantai ini, namun ada uang parkir jika memarkir kendaraan di depan desa adat. Uniknya satu satunya jalan masuk ke pantai ini adalah dengan melewati desa adat lokal yang terdiri dari kurang 10 rumah adat.  Di pantai ini, selain menikmati pasirnya yang putih, kamu juga bisa melihat dua tebing besar yang mengapit pantai ini dari lautan. Ada banyak binatang liar seliweran di sini seperti kerbau dan kuda. Kamu juga bisa bertemu penduduk setempat yang menyewakan kuda pada wisatawan yang ingin berkuda atau sekedar berfoto. 

Sunset Sumba

10. Pantai Marosi

Pantai selanjutnya yang bisa jadi pilihan untuk berwisata selama di Sumba adalah Pantai Marosi yang terletak di kecamatan Lamboya. Kamu bisa mencapai pantai ini dengan berjalan kaki dari Watu bela. Meskipun punya pemandangan pasir pink yang sangat indah dan laut yang biru, pantai ini masih sepi pengunjung karena belum begitu populer. Suasana pantai yang sepi tentunya sangat cocok untuk kamu yang ingin bersantai sejenak dan melupakan hiruk pikuk kota. Ombak di pantai ini juga cukup besar, sehingga kami yang suka berselancar bisa datang ke pantai ini. Uniknya lagi saat air laut sedang surut, kamu bisa melihat formasi batuan di sekitar pantai. Untuk mencapai pantai Marosi, kamu hanya perlu berkendara selama 1 jam dari kota Waikabubak. Saya sendiri sempat photoshot di pantai ini karena ingin mengabadikan tempat yang indah ini.

Penginapan Wisata di Sumba

Karena kami hanya menginap 4 malam di Sumba, kami mencoba untuk mencoba tinggal di beberapa lokasi berbeda sehingga bisa memaksimalkan kunjungan di beberapa tempat wisata.

Hotel Sinar Tambolaka

Hari pertama kita memutuskan nginap di hotel ini karena dekat dari Aiport. Selain itu hotel ini juga memberikan fasilitas penjemputan gratis dari Bandara ke hotel yang jarak tempuhnya sekitar 10 menit.  Jenis kamar yang di tawarkan dari hotel ini cukup beragam mulai dari kamar standart tanpa AC (hanya kipas) hingga kamar VIP yang terbuat dari kayu dan menghadap ke arah lembah.

Karena kita di sana hanya satu malam, kita memilih untuk mengambil kamar deluxe AC seharga Rp.350.000 sudah termaksud sarapan. Yang saya sukai dari hotel ini adalah lokasinya yang di tengah kota Tambolaka, dekat dengan fasilitas sepert ATM, Restoran, pom bensin. Dan yang utamanya adalah karena memiliki kolam renang luas dengan pemandangan lembah yang bisa di gunakan dengan bebas kapan saja oleh penghuni hotel. Cek disini untuk opsi hotel

Shekinah Homestay Waikabubak

Hari kedua kita memutuskan untuk menjelajahi kota Waikabubak yang berada di tengah Sumba Barat, antara Tambolaka dan Lamboya. Tidak banyak pilihan akomodasi di Wakabubah sehingga kita memilih homestay yang kondisinya masih baru dan memiliki review cukup di google. Homestay ini juga memiliki café kecil di bagian lobbynya sehingga bisa memesan makanan tanpa perlu pergi ke jauh. Konsep homestaynya juga terbuka dengan pemandangan yang masih hijau di sebarang. Harganya cukup murah sektiar Rp.250.000 per malam untuk kamar AC belum termaksud sarapan. Cukup baik untuk akomodasi transit.Klik disini untuk opsi hotel Sumba dari Olivia

Napujawa Cotteges Lamboya

Dua hari terakhir di Sumba kita luangkan menginap di cotteges ini. Sejujurnya cotteges ini mengingatkan saya pada model penginapan di Bali dengan konsep living/dining room terbuka, masing-masing hut berdiri sendiri dan menghadap ke laut dan kolam. Kolam renang tidak terlalu luas namun cukup nyaman untuk bersantai di dek. Lokasinya dekat dengan pantai hanya sekitar 300 meter berjalan.

Tidak banyak fasilitas di lingkungan cotteges ini hanya ada beberapa pantai indah. Itu sebabnya sebagian penghuni cotteges adalah turis yang ingin surfing. Jangan heran kalau cotteges ini juga dinamakan Sumba Surf Camp. Karena tidak ada fasilitas tersebut juga yang membuat cotteges ini menyediakan fasiltias makan pagi, siang dan malam termaksud dalam harga sewa yakni sekitar Rp.1.250.000 per malam. Booking disini ya.

Traveling Aja Dulu Book Olivia Purba

Restoran dan Café di Sumba Barat

Makan Dulu Tambolaka

Restoran favorit saya selama di Sumba. Pelayanan profesional, tempatnya bersih, dekorasi estetik dari bamboo dan harga terjangkau. Di restoran ini kita pesan testing menu nasi campur yang di suguhkan dengan dekorasi yang apik. Harganya pun cukup baik untuk kwalitas presentasi dan rasa yang enak, gak kalah sama makanan di Bali. Total untuk dua orang termaksud makanan, minuman dan desert kita hanya membayar Rp.225.000,-

Makan Dulu Sumba

The Soemba Ate Waikabubak

Restoran ini memiliki interior terbuat dari kayu dan bambu yang membuat kita tertarik untuk mencoba. Kita sempat coba ayam bakar madu yang rasanya OK. Untuk minuman jus nya bisa di minta ke waiters untuk tidak di campur susu dan gula bila tidak ingin. Karena kebiasaan di Sumba jus biasanya langsung di campur susu.

RM Pondok Bambu Waikabubak

Rumah Makannya mengingatkanku rumah nenek dulu yang sederhana interiornya tapi ceilingnya tinggi jadi nyaman. Makanannya seperti nasi campur tapi rasanya gak kalah. Varian makanannya juga cukup beragam mulai dari rendang, telur, ikan, sayur, dll.

FA Bar Waikabubak

Satu satunya café dan bar yang buka sampai jam 2 pagi di Waikabubak. Awalnya ke sana karean kita mau ngopi aja jm 10 malam dan hanya ketemu café ini yang rame. Makanannya standar ya kopi, jus, teh, snack. Yang asiknya di café ini lagu-lagu yang di pasang lagu karoke, plus…. kamu bisa karoke di sana! Kadang juga ada penampilan band katanya Cuma waktu kita ke sana Cuma pada karoke aja. 

Dapur Soemba Waikabubak

Tempat yang asik untuk nongkrong sejenak untuk cobain cake dan bakery yang masih fresh. Tempatnya menawarkan nimuman standart seperti kopi, fresh juice dan teh.  Interiornya juga cukup bagus dan colourful. Lumayan untuk nongkrong sambil brunch.

Soemba Coffee and Resto Waikabubak

Restoran ini adalah restoran paling kekinina di Sumba dengan konsep interor semen ekspos, kaktus dan interor kayu. Minuman yang di tawarkan pun cukup kekinian yakni ice coffee berbagai varian dan teh berbagai varian. Banyak pilihan makanan juga termaksud Western food, Indonesian food hinggga Asian food.

Sei Babi Malonele Tambolaka

Sebelum berangkat pulang, kita sempatkan mencoba makanan tradisional di Sumba yakni Sei Babi. Enak banget pork grillnya pakai sambal hijau mentah tumbuk, sayur bunga papaya, dan sup kacang merah. Kalau cobain makanan di sini mending beli paket nya seharga Rp.50 ribu sudah termaksud minum.

Sirkey Café Tambolaka

Café dan restoran dengan interior modern dan colourful, bikin betah. Tempatnya luas dan menarik untuk di posting Instagram. Makanannya beragam mulai dari Western, Indonesia bahkan desert, cake dan bakery pun ada. Harga dan kwalitas standart.

 

Transportasi Untuk Wisata di Sumba

Karena kita sukanya explore sendiri, kita memutuskan untuk sewa motor keliling Sumba. Untungnya rental motor yang kita pilih berlokasi tepat di samping airport sehingga tidak repot mencari transport untuk mengantarkan ke airport setelah trip usai. Harga sewa Nmax kita dapatkan seharga Rp.200.000 per hari. Untuk motor manual/kopling yang lebih banyak di pakai di Sumba di bandrol dari harga Rp.120.000 per hari. Sejujurnya mengendarai motor di Sumba tidak terlalu mudah karena jalannya yang masih banyak kerikil dan hawanya yang panas. Namun saya lebih enjoy naik motor.

Untuk sewa mobil di tarifkan seharga Rp.800.000 termaksud supir dan bensin. Ini harga standart di Sumba dari survey beberapa tempat. Kalau kamu berangkatnya ramai-ramai mungkin lebih nyaman dan hemat bila naik mobil.

Biaya: Nah untuk biaya kita menghabiskan sekitar 8-9 juta untuk 2 orang selama 5 hari termaksud penerbangan PP ke Bali.

Itulah beberapa tips wisata Sumba dari saya. Secara garis besar, traveling di Sumba menawarkan pengalaman yang berbeda dari tempat-tempat lainnya di Indonesia. Walaupun di isukan gersang, tapi pada saat saya traveling di Sumba vegetasinya cukup bervariasi. Ada hamparan bukit luas dan ada pula sawah di tepi laut. Mungkin karena saya berkunjung saat masih di suasana musim hujan ya. Yang pasti sebagian besar pantai di sini sangat bersih dan asri. Kesimpulannya Sumba wajib di kunjungi setidaknya sekali seumur hidup!