Liburan singkat selama beberapa hari memang seru. Tapi, untuk benar-benar menyelami budaya dan kebiasaan di satu kawasan, kamu harus coba liburan panjang. Jangan salah, liburan panjang ga semahal yang kamu bayangkan. Dengan budget terbatas pun bisa! Setelah menetap di beberapa kota di Indonesia, saya memutuskan untuk liburan panjang dari satu negara ke negara lain. Kali ini, saya berbagi cerita, tips, dan trik untuk persiapan wisata di Thailand selama 3 bulan. Kalau kamu penasaran bagaimana saya bisa liburan berbulan-bulan, scroll ke bagian “Tentang Penulis” di bawah!

Kenapa Wisata di Thailand?

Sama seperti Indonesia, Thailand menawarkan beragam jenis destinasi liburan. Ya, Thailand tidak melulu soal pantai. Sama halnya dengan Indonesia yang tidak melulu soal Bali. Dengan liburan panjang, kamu bisa mengunjungi banyak tujuan wisata, dan bahkan kota yang berbeda. Saya sendiri pilih Chiang Mai karena sejarah dan keramahan penduduk lokalnya. Tidak ada pantai tropis di Chiang Mai, tapi kamu bisa tur ke belasan Wat atau kuil yang tersebar di seluruh kota.

Menginap di mana wisata di Thailand?

Buat kamu yang dari awal sudah pesimis sendiri memikirkan biaya hotel saat liburan panjang, ini jawabannya. Penginapan bukan cuma hotel. Ada banyak jenis penginapan yang jauh lebih murah tapi tidak kalah nyamannya. Selama 3 bulan wisata di Thailand, sebagian besar saya habiskan di penginapan Airbnb dan hanya sesekali menginap di hotel saat mengunjungi Sukhothai dan Ayutthaya, dua kota bersejarah di utara Bangkok.

Di Chiang Mai, saya dapat sewa rumah Airbnb tiga kamar dengan tarif bulanan 400 USD saja! Dibagi dengan dua orang teman traveling lain, saya hanya perlu bayar penginapan sekitar Rp. 2juta untuk satu bulan. Bandingkan dengan hotel. Dengan tarif Rp. 200ribu per malam, kamu harus bayar lebih dari Rp. 6juta selama sebulan.

Sewa rumah terbukti bisa 3x lipat jauh lebih murah! Kamu bisa lihat daftar tempat saya menginap, mulai dari Airbnb sampai resort, selama wisata di Thailand dalam artikel berikut: Daftar Penginapan Di Thailand. Kalau rencana liburanmu jatuh di high season, pesan penginapan dari sekarang. Banyak pilihan dengan tarif yang masih murah! Kalau mau pilihan hotel yang mewah tapi harga terjangkau, bisa liat artikel ini juga.
Booking.com

Berangkat ke Thailand

Setelah memutuskan kota mana saja yang akan kamu singgahi, saatnya cari tiket. Untuk dapat tiket pesawat murah, sebaiknya kamu beli jauh-jauh hari. Bedanya bisa sampai dua kali lipat! Lumayan buat tambah budget makan Pad Thai. Sekarang sudah banyak aplikasi tiket online yang terpercaya, bahkan kadang lebih murah dari beli langsung ke maskapainya. Sering-sering pantau harga tiket ya!

Ada beberapa bandara internasional di Thailand. Kamu bisa terbang langsung ke kota-kota selain https://www.travelingajadulu.com/asia/tempat-wisata-bangkok/, seperti Chiang Mai. Saat melalui proses pengecekan imigrasi, harap patuhi aturan-aturan seperti dilarang foto dan buka handphone. Saat masih di pesawat, pramugari akan membagikan formulir imigrasi. Isi baik-baik dengan data diri kamu. Kalau bingung, bisa tanya pramugarinya. Semua informasi harus diisi lengkap, termasuk nama penginapan dan alamat tempat menginap. Dari pengalaman pribadi saya, penjagaan di Chiang Mai cukup ketat. Kalau petugas imigrasi melihat data dalam formulir tersebut belum lengkap, kamu akan disuruh keluar antrian untuk melengkapinya terlebih dahulu. Jangan sampai deh harus antri panjang lagi!

Naik sepeda di Historical Park Sukhothai wisata thailand

Izin Masuk dan Visa

Thailand merupakan salah satu negara bebas visa untuk pemegang paspor Indonesia. Kamu bisa dapat izin wisata di Thailand selama 30 hari tanpa dipungut biaya. Kalau mau liburan lebih dari 30 hari bagaimana? Kamu harus apply visa dulu. Sama seperti yang saya lakukan, karena dari awal saya memang niat wisata di Thailand selama 90 hari.

Bagaimana cara apply visa Thailand? Aturan turis visa Thailand seringkali berubah. Jadi, sebelum berangkat saya sarankan untuk cari info terbarunya. Saat saya berangkat di awal tahun 2019, setiap turis hanya diperbolehkan untuk mengajukan visa 60 hari yang kemudian bisa diperpanjang menjadi 90 hari. Visa ini bisa didapat di kedutaan Thailand dengan biaya aplikasi 45 USD. Prosesnya hanya beberapa hari. Untuk proses perpanjangannya juga mudah.

Kamu tinggal pergi ke kantor imigrasi di Thailand beberapa hari sebelum masa berlaku visa 60 hari kamu habis. Proses perpanjangan ini gratis! Pengalaman saya apply visa wisata di Thailand saya tulis lengkap di artikel berikut: Apply Visa Thailand: Bukan Liburan Biasa Ke Negeri Gajah Putih. Mulai dari proses apply di kedutaan Thailand sampai rincian perpanjangannya. Semoga membantu!

Kamu juga bisa cek artikel lain di blog ini untuk pembuatan visa Amerika Serikat, Eropa (visa Schengen), Korea SelatanJepangChinaAustralia, New Zeland, Inggris, KanadaRusia, TurkiDubaiIrlandiaYordania, Taiwan.

Apa lagi yang harus kamu siapkan sebelum Wisata di Thailand?

Berhubung ini soal liburan panjang, bukan liburan yang biasa, ada beberapa hal yang harus kamu tahu dan siapkan sebelum berangkat. Berikut rinciannya!

  • Pastikan paspor kamu masih berlaku setidaknya 6 bulan dari tanggal rencana pulang ke Indonesia dari Thailand, bukan dari saat berangkat ke Thailand. Umumnya, negara-negara di dunia tidak memperbolehkan turis masuk dengan paspor yang hampir habis masa berlakunya, meskipun hanya untuk transit pulang ke negara asal.
  • Uang tunai dalam USD atau EUR. Setiap transaksi di Thailand menggunakan mata uang lokal, Baht. Kamu bisa tukar uang di Thailand dari USD (dolar Amerika) atau EUR (Euro). Kebanyakan money exchanger di Thailand tidak menerima penukaran dari mata uang lemah seperti rupiah. Jadi sebaiknya kamu bawa uang tunai “hard currency” dari rumah. Kamu juga bisa transaksi menggunakan kartu debit dan kredit atau tarik tunai Baht di ATM. Tapi bank di Thailand mengenakan biaya tarik tunai yang cukup besar, hampir Rp. 200rb sekali transaksi. Jadi, estimasikan saja uang tunai yang kamu butuhkan selama liburan dan bawa sejumlah uang tersebut dalam bentuk tunai dari rumah supaya tidak kena biaya transaksi tambahan.
  • Smartphone dengan dual sim card. Saat liburan panjang, ada baiknya menggunakan sim card lokal dan tidak bergantung pada Wi-Fi penginapan. Kamu jadi lebih leluasa dan bisa menghubungi teman-teman di Thailand kalau ada perlu. Supaya nomor Indonesia kamu tetap aktif dan tidak ribet bongkar pasang sim card, gunakan smartphone dual sim card. Cara beli sim card di Thailand cukup mudah. Cukup pergi ke toko salah satu provider. Jangan lupa bawa paspor ya, karena nama kamu akan didata. Ingat, satu nama hanya bisa punya satu sim card. Ada banyak provider di Thailand, seperti AIS, Dtac, dan TrueMove. Saya pilih TrueMove karena paling mudah isi ulang pulsanya, tinggal cari minimarket!
  • Sim kendaraan bermotor. Biar irit ongkos, sebaiknya hindari naik taksi atau tuk tuk karena tarifnya yang cenderung mahal. Di Chiang Mai, kamu bisa pakai aplikasi Grab, tetapi yang tersedia hanya Grab car. Kalau kamu bisa naik motor, pertimbangkan untuk sewa motor di Thailand. Jangan lupa bawa sim, ya! Polisi di Thailand cukup ketat dalam hal razia. Saya sendiri kena razia sampai 2 kali dalam sebulan. Sim Indonesia dan negara ASEAN lainnya memang berlaku di Thailand. Tapi, lebih aman lagi kalau kamu bawa sim internasional.

Wat di Sukhothai, wisata Thailand

Semoga tips persiapan wisata panjang di Thailand ini membantu dan menginspirasi kamu untuk coba liburan yang ga biasa. Memang liburan panjang lebih menguras tenaga dan uang dibandingkan liburan beberapa hari saja. Tapi cerita dan pengalaman yang kamu bawa pulang jauh lebih berharga. Bagikan cerita dan tanggapan kamu di kolom komentar, ya!

Tentang Penulis

Arakita Rimbayana meninggalkan kerjaan kantorannya dan beralih ke profesi freelance sebagai penulis dan penerjemah untuk menjelajah dunia. Sejak tahun 2018, dia hidup nomaden dari satu negara ke negara lain, dari Asia Tenggara sampai Amerika Latin. Setiap negara dia tempati selama minimal 3 bulan untuk lebih mengenal kehidupan lokal dan gym BJJ-nya. Kini dia berbagi tips dan cerita nomaden di BuLiBi | Bukan Liburan Biasa. Langsung saja sapa dia di Forum website BuLiBi atau ikuti jepretan kameranya di Instagram @rimba.bulibi!