Selain paspor, dokumen lain yang wajib dimiliki sebelum berangkat ke luar negeri adalah visa. Visa sendiri berfungsi sebagai bukti bahwa kita memiliki izin tertulis dari suatu negara untuk mengunjungi negara tersebut dan dikeluarkan oleh kedubes di negara asal. Jenis visa yang akan kita buat pun ditentukan berdasarkan tujuan kita, baik visa kunjungan), sekolah (visa student), atau visa kerja dan lainnya. Syarat pembuatan visa pun sebetulnya berbeda-beda untuk setiap negara. Tapi, umumnya proses dan persyaratan pembuatan visa kunjungan atau berlibur adalah sebagai berikut:

Syarat Visa Wisata

Kamu juga bisa cek artikel lain di blog ini untuk pembuatan visa Amerika Serikat, Eropa (visa Schengen), Korea SelatanJepangChinaAustralia, New Zeland, Inggris, KanadaRusia, TurkiDubaiIrlandiaYordania, Taiwan.

1. Persiapkan Paspor dan Pas Foto

Untuk membuat visa kamu tentu harus memiliki paspor. Pastikan paspormu sudah siap atau masih berlaku sebelum kamu mengajukan visa. Paspor tersebut berguna untuk mengecek visa yang telah didapatkan sebelumnya. Jangan lupa juga untuk menyiapkan pas foto sesuai standar atau permintaan kedubes negara yang dituju. Kamu bisa mengecek informasinya melalui kedubes atau mencari datanya secara online di internet. Cek di artikel ini untuk mengetahui perbedaan paspor dan visa.

2. Ambil Formulir Secara Online atau Manual

Setelah paspormu siap, maka kamu bisa mengambil formulir pengajuan visa yang tersedia di kedutaan secara manual. Saat ini kamu tak perlu repot-repot datang ke kedutaan besar untuk mengambil dan mengisi formulir pengajuan visa. Kamu bisa mendapatkannya di website resmi kedutaan dan mengisinya dengan sistem online. Pastikan kamu mengisi formulir tersebut dengan data yang benar dan cek kembali detailnya sebelum diajukan. Jika salah mengisi, bisa-bisa visamu tidak akan pernah terbit.

3. Lakukan Pembayaran Visa

Langkah ketiga yang perlu kamu lakukan setelah mengisi formulir adalah melakukan pembayaran visa. Untuk besaran biaya tergantung pada jenis visa yang dipilih (single entry atau multiple entry). Beberapa negara bahkan meminta dana lebih apabila kita melakukan permohonan visa melalui proses express. Jangan lupa simpan bukti pembayaran sebagai syarat pengambilan visa di kedutaan nantinya.

4. Siapkan Bukti Kepemilikan Dana

Setelah paspor dan formulir siap, kamu juga mesti menyiapkan bukti kepemilikan dana. Dokumen ini penting untuk meyakinkan pihak kedubes kalau kita akan punya cukup uang untuk hidup selama melakukan perjalanan. Bukti kepemilikan dana bisa berupa slip gaji atau fotokopi buku tabungan. Jika kamu ingin bepergian ke luar negeri kamu juga harus memastikan bahwa aliran dana yang masuk ke rekeningmu selama tiga bulan terakhirberjalan lancar.

5. Miliki Surat Keterangan Kerja atau Sekolah

Selain bukti kepemilikan dana, diperlukan juga surat keterangan kerja atau sekolah/maupun kuliah dalam pembuatan visa. Dokumen ini berguna bagi Kedubes untuk mengetahui status seseorang apakah kamu seorang karyawan atau pelajar. Hal ini juga akan menjadi jaminan untuk kamu akan kembali lagi ke Indonesia setalah kunjungan berakhir karena kamu tentu memiliki kewajiban yang harus dipenuhi. Cek contoh surat sponsor visa di sini.

6. Booking Tiket Dummy

Kebanyakan negara asing akan meminta dokumen bukti akomodasi pada saat kamu mengunjungi negaranya. Untuk mempersiapkan hal tersebut, kamu bisa booking tiket via Booking.com karena situs ini memberikan fasilitas gratis cancelation. Artinya uang kamu sepenuhnya kembali semisalnya visa kamu di tolak atau kamu berubah pikiran dan memutuskan untuk tinggal bersama saudara atau kerabat.

Untuk tiket pesawat pulang dan pergi, kamu tidak wajib harus beli, bisa pesan dummy tiket (tiket sementara) di https://www.dummyticket.com/ dengan harga murah.

Press Hotel

Akomodasi saya pada saat berkunjung ke Polandia yang murah (Rp.50 ribu per malam) tapi dekorasinya asyik! Klik di sini untuk melihat hostel ini di Booking.com

7. Visa On Arrival

Bagi kamu yang belum pernah ke luar negeri, kamu juga harus tahu kalau ada jenis visa yang bisadibuat di negara yang dituju dan berlaku di negata bebas visa atau yang dikenal dengan sebutan Visa on Arrival (VoA). Meski judulnya bebas visa, kamu tetap diwajibkan mengurus visa setibanya di negara tujuan. Kelebihan visa ini adalah kamu tak perlu repot mengurus visa lebih dulu di Indonesia atau melakukannya jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Masa berlaku visa ini bisa berlangsung selama kurang lebih 6 bulan sejak kedatangan.

VoA ini juga biasanya hanya berlaku untuk kunjungan singkat, seperti untuk wisata. Dan untuk traveller newbie yang baru pertama kali ke luar negeri, ada baiknya jika mengunjungi Negara bebas visa jika ingin melancong ke luar negeri seperti negara-negara di kawasan ASEAN atau Asia Tenggara seperti Brunei, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam,dan tentunya Indonesia. Selain itu, kamu juga bisa coba berwisata ke negara yang akses visanya gampang untuk paspor Indonesia.

Liburan Bebas Visa Paspor Indonesia

Saat ini ada sekitar 71 negara untuk pemilik paspor Indonesia yang bebas visa atau VoA. Selebihnya kamu harus mengurus dokumen untuk syarat visa seperti di atas. Untuk yang sering berpergian ke luar negeri, ada baiknya dokumen untuk syarat visa dikumpulkan agar lebih mempermudah untuk proses aplikasi visa pada saat di butuhkan.  Selamat mencoba!

Traveling Aja Dulu Book Olivia Purba