Luxembourg merupakan negara kecil nan menawan yang wajib kamu masukan dalam daftar tujuan wisata impian di Eropa. Negara ini dikelilingi oleh negara-negara Eropa besar yang pasti sudah familiar buat kamu, yaitu Perancis, Jerman, dan Belgia. Sama halnya dengan negara-negara Eropa kecil lainnya, traveling di Luxembourg menyuguhkan keindahan alam Eropa yang masih asri. Dengan berbagai situs bersejarah, wisata alam yang menakjubkan, serta udara sejuk dan segar untuk menemani penelusuran agenda traveling-mu kali ini.

Bulan Juli 2020 lalu saya sempat traveling ke Luxembourg dari Belanda. Berikut panduan lengkap wisata di Luxembourg dan berbagai rekomendasi tempat yang wajib kamu kunjungi dari saya.

Bahasa yang Digunakan di Luxembourg

Luxembourg, negara yang memiliki jumlah penduduk 626.108 ini, memiliki bahasa lokalnya sendiri, namun bukan merupakan bahasa yang paling banyak digunakan. Bahasa Perancis, Jerman dan Belanda menjadi bahasa yang paling banyak digunakan oleh penduduk Luxembourg pada umumnya. Bahasa Portugis, dan bahasa Inggris juga merupakan bahasa yang lebih populer di negara ini. Pada fasilitas umum dan tempat-tempat wisata juga ramah dengan turis berbahasa Inggris. Jadi kamu tak perlu khawatir jika tidak menguasai bahasa Eropa lainnya.

Luxembourg Travel

Mata Uang dan Penukaran Uang di Luxembourg

Masih dalam lingkup benua Eropa, Luxembourg juga menggunakan mata uang Euro. 1 Euro setara dengan Rp 17.388. Kamu bisa menukarkan uang di Currency Exchanged Booth di bandara, ATM, atau bank sekitar setelah sampai di Luxembourg. Namun, menukarkan di fasilitas-fasilitas tersebut cenderung memakan biaya potongan yang besar. Bisa dijadikan alternatif di saat-saat mendesak saja. Untuk menghemat biaya travelling Luxembourg kamu, ada baiknya melakukan penukaran uang di bank lokal sebelum melakukan perjalanan ke Luxembourg.

Pilihan Transportasi Umum Traveling di Luxembourg

Ada cukup banyak pilihan transportasi umum  untuk traveling di Luxembourg, mulai dari kereta api, trem, dan bus. Kamu juga tidak perlu pusing memikirkan budget transportasi umum berikut, karena semenjak 1 Maret 2020, pemerintahan Luxembourg memutuskan untuk memberikan fasilitas transportasi gratis pada penduduknya. Tidak hanya penduduk, kamu sebagai turis juga bisa menikmati fasilitas ini, lho! Kebijakan ini diambil karena Luxembourg memiliki masalah kemacetan lalu lintas. Sebagai negara kecil yang makmur, banyak penduduknya yang memiliki kendaraan pribadi.

Traveling Aja Dulu Book Olivia Purba

Buat kamu yang ingin praktis dan cepat, bisa menggunakan jasa taxi. Kamu bisa menelepon atau memanggil taxi menggunakan berbagai macam aplikasi di Playstore. Mulai dari Alo Taxi Luxembourg hingga WEBTAXI. Namun, tarifnya cukup tinggi karena memang bisa sangat menghemat waktu. Tarif taxi di Luxembourg mulai dari 2.50 Euro, bertambah sesuai dengan jarak  tujuan kamu dan pada jam berapa kamu menggunakan jasa taxi tersebut.

Rekomendasi Tempat Wisata di Luxembourg

Ada banyak tempat wisata di Luxembourg yang patut dikunjungi. Mulai dari situs alam dengan panorama yang menggugah, hingga area perkotaan yang menyuguhkan gaya hidup ala orang Eropa yang berkelas. Berikut beberapa rekomendasi lokasi terbaik yang patut kamu kunjungi saat berkunjung ke Luxembourg.

1. Luxembourg Center

Ingin tahu bagaimana gaya hidup para bourjois Luxembourg? Kamu bisa kunjungi Luxembourg Center atau juga dikenal sebagai Ville-Haute. Lokasi ini merupakan distrik kecil namun termasuk yang paling mapan, dengan harga rent dan fasilitas hidup yang tinggi. Sekedar jalan-jalan di area Luxembourg Center, kamu pasti akan mendapatkan banyak spot foto bagus yang natural, membaur dengan para penduduk lokal. Area ini juga dilengkapi dengan sederet butik barang-barang branded, restoran terbaik, dan kerap menjadi lokasi festival-festival penting di Luxembourg.

Jalan-jalan di sekitar city center Luxemburg sangat menyenangkan karane banyak café-café lucu dan toko outdoor yang dagangannya. Luxembourg terkenal dengan jam mewah jadi jangan heran kalau kamu melihat toko yang menjual jam mewah di setiap blok pertokoan. Selama jalan di center, kesukaan saya adalah mencoba coklat Luxembourg yang gak kalah enaknya dengan coklat tetangganya Belgia.

Luxembourg Center

2. Adolphe Bridge

Saat berada di Luxembourg Center, jangan lupa singgahi Boulevard Royal, kamu akan menemukan Adolphe Bridge atau Jembatan Adolphe. Jembatan bersejarah tersebut telah berdiri sejak tahun 1903, menghubungkan Boulevard Royal dengan Avenue de la Liberte di Gare, di atas sungai Petrusse. Jembatan dengan arsitektur megah ini seringkali dikunjungi oleh turis.

Tenang saja, kamu bisa jalan-jalan nyaman dengan dua jalur pejalan kaki di dua sisi jembatan. Sambil jalan-jalan santai, kamu bisa menikmati udara bersih Luxembourg, melihat keindahan pepohonan rimbun hijau, dan pastinya tak lupa mengabadikan momen dengan berfoto.

Adolphe Bridge

Meskipun sekarang telah berusia lebih dari 100 tahun, jembatan ini juga dikenal sebagai Jembatan Baru oleh orang-orang dari Kota Luxembourg. Maklum lah sebagian besar gedung di Luxembourg berusia ratusan atau bahkan ada yang ribuan tahun!

3. Vianden Castle

Ada banyak kastil yang bisa kamu temukan di Luxembourg. Namun, ada satu kastil yang menyimpan keindahan mistis yang patut kamu kunjungi yaitu Vianden Castle, di kota kecil Vianden. Dari luar, kastil ini mungkin tampak tua dan usang, namun bagian dalam kastilnya masih sangat terawat karena di pugari oleh pemerintah lokal dengan nuansa gothic klasik. Kastil ini juga merupakan salah satu yang terbesar dan kokoh.

Kastil Vianden dibangun antara abad 11 dan 14 di atas fondasi ‘kastel’ Romawi dan tempat perlindungan Karoling. Dulunya merupakan kastil yang di miliki kaum bangsawan sebelum akhirnya terbengkalai dan kemudian ambil alih pengelolaannya sama pemerintah Luxembourg. Tempatnya lumayan lah untuk foto-foto.

castle luxembourg

4. Schengen Village

Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah ‘Schengen’, terutama pada jenis visa.Visa  tersebut tercipta karena adanya Schengen Agreement yang ditandatangani di sebuah desa kecil di Luxembourg bernama Schengen pada tahun 1985. Perjanjian Schengen yang kemudian memungkinkan kita yang bukan penduduk EU untuk bisa traveling ke puluhan negara-negara Eropa yang bergabung dalam perjanjian ini.

Lokasi ini sebetulnya lebih terkenal sebagai tempat produksi minuman anggur atau wine. Kamu bisa melihat pemandangan perkebunan hijau yang masih asri dan minim bangunan tinggi. Jalan-jalan atau menyewa sepeda mengelilingi  Desa Schengen bisa menjadi aktivitas outdoor yang menyenangkan. Selama di Luxembourg saya menyempatkan diri ke desa Schengen karena penasaran. Seru banget berjalan di  tripoint tempat perbatasan Jerman, Prancis, dan Luksemburg bertemu. Melangkah 10 meter ke kanan sudah di Jerman, 10 menter ke kiri sudah di Prancis,  dan 10 meter mundur kembali lagi ke Luxembourg.

Schengen Village

Tempat wisata yang wajib di kunjungi di sini adalah The European Museum.  Pameran tiga bahasa tentang sejarah dan pentingnya Perjanjian Schengen, di atas ruang pameran seluas 200 m2. Penandatanganan Perjanjian didokumentasikan dengan foto dan video bersejarah dan rekaman suara serta pernyataan oleh mereka yang terlibat pada saat itu.

5. Mondorf Domaine Thermal

Ingin menikmati staycation mewah di Luxembourg? Booking hotel di dekat Mondorf Domaine Thermal. Fasilitas spa dan fitness mewah ini berlokasi di Mondorf-les-Bains, Luxembourg. Salah satu fasilitas terkenal dari spa ini adalah kolam air mineral hangatnya, cocok untuk bersantai di udara Luxembourg yang dingin. Tersedia juga berbagai paket spa dan pijat yang bisa kamu coba. Dilengkapi dengan fasilitas sauna dan tempat fitness. Mondorf Domaine mungkin lebih menyenangkan dikunjungi bersama teman atau pasangan, karena lokasi ini tidak terlalu playful untuk anak-anak. Bisa jadi lokasi kunjungan bulan madu yang nyaman dan menenangkan.

Kuliner Khas Luxembourg yang Wajib Dicoba

Melakukan travelling Luxembourg pastinya tak lepas dari mencoba hidangan khas sekitar. Tak jauh berbeda dari negara Eropa sekitarnya, hidangan khas Luxembourg didominasi dengan bahan daging, terutama sapi dan domba. Luxembourg juga memiliki jenis keju khasnya sendiri, lho. Berikut berbagai kuliner khas Luxembourg yang nikmat!

1. Kartoffelpuffer

Kamu bisa mengawali hari di Luxembourg dengan menikmati Kartoffelpuffer sebagai menu sarapan. Kuliner satu ini terbuat dari bahan dasar kentang. Dicampur dengan tepung dan telur, kemudian digoreng dengan bentuk menyerupai pancake. Bisa menjadi makanan yang simple namun mengenyangkan di pagi hari.

2. Wainzossismoshter zoos

Luxembourg punya sosis khas yaitu Wainzossismoshter zoos. Sosis satu ini terbuat dari daging sapi muda dengan cita rasa berbeda dari daging sapi pada umumnya kita makan. Hidangan ini disajikan sebagai makanan utama yang mengenyangkan dengan mashed potato, porsinya cukup besar.

3. Kachkeis

Kachkeis merupakan keju khas Luxembourg. Keju ini masih diproduksi dengan cara homemade tradisional, tanpa bahan pengawet dan melalui proses fermentasi alami.

4. Kotellet

Traveling di Luxemboug belum lengkap sebelum mencoba Kotellet, hidangan jenis roti lapis khas Luxembourg. Kotellet merupakan roti yang diisi dengan sayuran dan daging iga. Biasanya menggunakan daging iga dari sapi, domba, kambing, dan babi. Jadi tanyakan dulu sebelum kamu membeli Kotellet daging apa yang digunakan sebagai isian, ya.

Untuk akomodasi di Luxembourg, saranku coba booking City Aparts yang ada di city central ya! Bagus banget, fasilitas lengkap dan pas di tengah kota.

accomodation in luxemborug