India sering disebut sebagai negara yang bisa bikin orang jatuh cinta sekaligus kewalahan dalam satu waktu. Warnanya kuat, budayanya padat, ritmenya cepat, tapi di sisi lain juga menawarkan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain. Dari jalanan ramai di Delhi, keindahan Taj Mahal, sampai lanskap hijau Kashmir dan Kerala, India selalu punya cerita berbeda di setiap sudutnya.
Namun sebelum kamu bisa merasakan semua itu secara langsung, ada satu urusan penting yang harus dibereskan lebih dulu yaitu visa. Untuk pemegang paspor Indonesia, masuk ke India tidak bisa dilakukan tanpa visa. Untungnya, saat ini WNI sudah bisa mengajukan e-Visa India secara online, bahkan tanpa biaya. Prosesnya memang cukup panjang, tapi sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan, asal tahu alurnya.
Artikel ini akan membahas cara membuat e-Visa India secara lengkap dan praktis, mulai dari persiapan dokumen, proses pengisian formulir online, hingga penerbitan e-Visa yang siap digunakan untuk perjalananmu.
Sekilas Tentang e-Visa India untuk WNI
e-Visa India adalah visa elektronik resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah India dan dapat diajukan secara online tanpa perlu datang ke kedutaan. Visa ini diperuntukkan bagi kunjungan jangka pendek dengan tujuan tertentu, terutama wisata dan kunjungan non-pekerjaan.
Bagi Warga Negara Indonesia, e-Visa India menjadi opsi yang cukup menguntungkan karena prosesnya praktis dan efisien. Pengajuan dilakukan 100% secara online tanpa perlu datang ke kedutaan, prosesnya relatif cepat, tidak dikenakan biaya (gratis), serta tersedia pilihan multiple entry.
e-Visa untuk masuk ke India ini tersedia dalam beberapa durasi, yaitu 30 hari, 1 tahun, dan 5 tahun. Banyak traveler memilih durasi yang lebih panjang karena memberikan fleksibilitas lebih jika ingin kembali berkunjung di kemudian hari tanpa perlu mengajukan visa ulang.
Kapan Waktu Terbaik Mengajukan e-Visa India?
Pengajuan e-Visa India bisa dilakukan paling cepat sekitar 4 bulan sebelum tanggal kedatangan. Artinya, kamu tidak perlu menunggu terlalu dekat dengan jadwal keberangkatan.
Meski proses persetujuan bisa cepat, sebaiknya jangan mengajukan visa terlalu mepet dengan tanggal terbang. Idealnya, ajukan e-Visa setidaknya 1–2 minggu sebelum keberangkatan untuk mengantisipasi kendala teknis atau revisi data. Sebelumnya saya sempat request e-visa 5 hari sebelum tanggal keberangkatan, sempat kwatir tidak bisa tepat waktu. Untungnya setelah berkorespondasi visanya bisa selesai dalam 2 hari. Kebetulan saya sedang beruntung dan dokumen saya lengkap karena bisa kemungkinan di tolak juga jika dokumen tidak lengkap.
Persiapan Dokumen Sebelum Mengisi Aplikasi
Sebelum membuka situs resmi e-Visa India, ada baiknya kamu menyiapkan semua dokumen dalam bentuk digital terlebih dulu. Tujuannya supaya proses pengisian formulir bisa langsung selesai dalam satu waktu tanpa harus bolak-balik cari file.
1. Paspor
Pastikan paspor kamu masih berlaku minimal enam bulan sejak tanggal kedatangan di India dan kondisinya masih bagus serta datanya terbaca jelas. Saat mengajukan e-Visa, kamu akan diminta mengunggah halaman biodata paspor dalam format PDF.
2. Scan Paspor (PDF)
File scan halaman biodata paspor harus berformat PDF dengan ukuran antara 10KB hingga 300KB. Karena batas maksimalnya cukup kecil, biasanya file perlu dikompres dulu. Kamu bisa menggunakan aplikasi seperti Adobe Acrobat atau fitur scan di ponsel, lalu mengecilkan ukurannya sebelum diunggah.
3. Pas Foto Digital
Selain paspor, kamu juga perlu menyiapkan pas foto digital. Foto harus berwarna, berlatar belakang putih atau warna terang, dan menghadap kamera secara langsung. Format yang diterima adalah JPEG dengan ukuran file antara 10KB sampai 1MB. Kalau komposisinya belum pas, sistem e-Visa untuk masuk ke India biasanya menyediakan fitur crop saat proses upload, jadi bisa langsung disesuaikan.
Alur Pengajuan e-Visa India Secara Online
Setelah semua dokumen siap, kamu bisa mulai mengajukan e-Visa melalui situs resmi pemerintah India. Masuk ke situs indianvisaonline.gov.in, lalu pilih menu pengajuan e-Visa yang disediakan oleh Bureau of Immigration.
Di tahap awal, kamu akan diminta mengisi data dasar seperti kewarganegaraan, jenis paspor, bandara kedatangan, tanggal lahir, alamat email, dan jenis e-Visa yang dipilih.
Cara Mengisi Formulir e-Visa
Pada bagian ini, kamu akan berhadapan dengan formulir e-Visa India yang menjadi bagian paling krusial dalam proses pengajuan. Hampir seluruh data pribadi, informasi perjalanan, hingga detail kunjungan akan diminta secara rinci di sini. Meski terlihat cukup panjang, formulir ini sebenarnya masih mudah diikuti selama diisi dengan teliti dan sesuai dengan data resmi di paspor.
1. Data Pribadi dan Identitas
Pertama, kamu akan diminta mengisi data pribadi sesuai dengan yang tertera di paspor. Salah satu kolom yang sering membuat bingung adalah Visible Identification Marks, yaitu tanda lahir, bekas luka, atau ciri fisik khusus yang terlihat. Jika kamu tidak memiliki tanda khusus, cukup isi dengan “NONE”.
Di tahap ini juga akan muncul Application ID. Pastikan kamu mencatat dan menyimpannya dengan baik, karena nomor ini diperlukan jika kamu ingin melanjutkan pengisian di lain waktu atau mengecek status aplikasi.
2. Data Keluarga dan Pekerjaan
Selanjutnya, formulir akan meminta informasi tambahan seperti alamat tempat tinggal, nama orang tua, status pernikahan, serta pekerjaan saat ini. Isi semua data dengan jujur dan konsisten, karena ketidaksesuaian informasi bisa memengaruhi proses persetujuan.
3. Riwayat Perjalanan dan Referensi
Bagian ini biasanya terasa paling panjang karena kamu diminta mengisi riwayat perjalanan, termasuk apakah pernah berkunjung ke India sebelumnya, negara mana saja yang dikunjungi dalam 10 tahun terakhir, serta negara-negara SAARC yang pernah dikunjungi dalam 3 tahun terakhir.
Selain itu, kamu juga perlu mencantumkan referensi di India, seperti alamat hotel atau tempat menginap, serta referensi di Indonesia, biasanya berupa alamat tempat tinggal. Meski terlihat banyak, sebagian besar kolom hanya berupa pilihan jawaban atau isian singkat, jadi tidak terlalu rumit untuk diselesaikan.
4. Upload Dokumen dan Finalisasi
Setelah semua data terisi, kamu akan masuk ke tahap unggah dokumen. Di sini, kamu perlu mengunggah pas foto digital (dan melakukan crop jika diperlukan), serta file PDF halaman biodata paspor. Pastikan semua dokumen sudah sesuai dengan ketentuan sebelum melanjutkan.
Di akhir proses, kamu akan diminta mencentang pernyataan bahwa seluruh data dan dokumen sudah benar, lalu mengonfirmasi pengajuan. Setelah itu, akan muncul halaman dengan keterangan “Payment Success”. Tidak perlu khawatir, meskipun ada kata “payment”, e-Visa India untuk WNI memang tidak dikenakan biaya alias gratis.
Proses Persetujuan dan Cara Mendapatkan e-Visa
Waktu proses e-Visa India umumnya hingga 72 jam, namun dalam praktiknya sering kali lebih cepat. Banyak pemohon menerima persetujuan dalam waktu 24 jam.
Jika e-Visa sudah disetujui, kamu akan menerima email notifikasi. Selanjutnya, kamu bisa mencetak e-Visa melalui menu Print e-Visa Application di situs resmi dengan memasukkan data aplikasi.
e-Visa yang sudah dicetak wajib dibawa saat perjalanan dan ditunjukkan kepada petugas imigrasi India saat kedatangan.
Satu Langkah Lagi Menuju India
Mengurus e-Visa India memang butuh waktu dan perhatian, tapi kalau alurnya sudah jelas, prosesnya sebenarnya cukup masuk akal. Pengajuannya bisa dilakukan sepenuhnya secara online dan tidak dipungut biaya untuk WNI, jadi kamu nggak perlu repot datang ke kedutaan atau bolak-balik urus dokumen.
Begitu e-Visa di tangan, urusan administrasi sudah beres. Sisanya tinggal fokus ke hal yang lebih menyenangkan, seperti menyusun itinerary, memilih kota tujuan, dan menikmati perjalanan ke India tanpa perlu mikirin visa lagi!
