Setelah 1 minggu Traveling di Maroko (sebelumnya saya tinggal di Malta selama 3 minggu), saya akhirnya punya gambaran besar tentang negara yang budaya nya campuran Arab dan Afrika ini.  Semakin lama saya tinggal di Maroko, semakin betah juga rasanya karena ternyata traveling di Maroko mudah dan murah!

Simak 8 fakta menarik tentang traveling di Maroko dari pengalaman saya sebagai referensi kamu sebelum memutuskan untuk jalan jalan ke negara kerajaan ini.

Bebas Visa Traveling di Maroko

Dari antara 71 negara di dunia yang bebas visa dan Visa on Arrival bagi pemilik paspor Indonesia, untungnya Maroko adalah salah satunya. Bahkan kita bisa tinggal hingga 3 bulan di Maroko setiap kali berkunjung. Pada saat saya berhadapan dengan petugas border control imigrasi di Tangier, tidak banyak pertanyaan yang di tanyakan dari petugasnya. Paling satu saja ‘Where are you going in Marocco?” that’s it! Simple kan?

Liburan Bebas Visa Paspor Indonesia

Makanan Cocok dengan Lidah Indonesia

Awalnya saya takut kalau makanan di Maroko gak cocok sama lidah Indonesia. Ternyata setelah sekitar 1 minggu, saya suka makanannya. Makanan favorit saya adalah Tajine yang isinya bisa macam-macam, ayam, sapi dan vegetarian. Cara masaknya adalah dengan mengukus makanan tersebut di tungku corong yang di panaskan dengan arang. Rasanya? Yummy!

tagine marocco

Tagine Maroko favorit saya

Favorit saya adalah tajine sapi yang di masak dengan rempah dan buah kurma. Rasanya campur campur di masakan itu: manis, renyah, asem. Selain itu, problem utama saya saat traveling biasanya adalah cari makanan PEDAS! Untungnya di Maroko ada juga sambel ala-ala. Merahnya sih sama kayak sambel cabe tapi bedanya terbuat dari lada!

sambal maroko

Sambal ala maroko (tebuat dari lada)

Traveling di Maroko Wajib Berbahasa Prancis

Ternyata bisa berbahasa Inggris saja tidak cukup untuk keliling dunia. Buktinya di Maroko gak banyak yang bisa berbahasa Inggris. Sebagian besar berbahasa Arab dan Barber (dialeg local) dan berbahasa Prancis (sebab pernah di koloni sama Prancis). Uniknya lebih banyak yang bisa ber Bahasa Spanyol daripada Inggris karena lokasi geografisnya dengan Spanyol. Ini paling ketara terutama saat saya traveling di Utara Maroko, yakni Tangier yang hanya terpisahkan oleh selat sejauh 50 km dengan negara Spanyol.

Alhasil selama saya traveling di Maroko, kalau ngomong ya campur-campur. Kebetulan saya tau basic (banget) Spanish dan France. Jadi kalau bilang Makasih ya: Syukron, Gracias, Merci! Ya semua lah keluar.

Riad Marocco

Riad, tipe rumah tradisional Maroko

Alam Unik dari Sahara Hingga Pantai

Alam Maroko bervariasi mulai dari gunung yang ada saljunya, gurun yang kering kerontang, sampai tepi pantai yang bisa surfing. Semuanya ada di sini.

Jalur perjalanan saya adalah Tangier- Chefchaouen- Tangier – Casablanca- Marrakesh – Taghazout. Di sepanjang perjalanan dari Utara hingga selatan, landscapenya sangat berbeda. Di utara itu subur dan hijau banget. Udaranya juga sangat dingin. Semakin ke selatan saya traveling di Maroko, alamnya semakin gersang dan monochrome: coklat. Di selatan itu dekat sama gurun Sahara makanya gersang. Kalau siang hari bisa hangat tapi di malam hari temperaturnya turun drastis hingga dingin banget.

traveling maroko

pantai di maroko ternyata bagus lho!

Traveling di Maroko Wajib Bayar Cash 

Kalau dibandingkan di Indonesia yang pembayarannya sekarang sudah serba cashless pakai Gopay, Ovo, Danaku dan lain sebagainya, di sini semuanya se-manual abis. Bahkan banyak counter yang tidak terima kartu kredit yang bukan berasal dari Maroko. Pembelian bus atau kereta pun walaupun ada websitenya susah sekali di eksekusi pembayaran. Alhasil harus ke counter lagi sebelum jadwal keberangkatan dan bayar cash!

Kalau kamu gak mau ribet ambil duit banyak-banyak di ATM, kamu bisa pesan tour via Klook!

Klook.com

traveling maroko

Stand by Bullet Train di Maroko

Oleh oleh Handmade Creative

Selain karpet, ada beberapa kerajinan lain yang sangat khas di Maroko yakni lampu dekoratif rumah yang warna warni dan peralatan set makan dari tanah liat yang di cat dekoratif warna warni. Semuanya handmade. Buat gemes! Rasanya pengen di bawa semua ke Indonesia tapi apa daya masih traveling lagi habis Maroko.

Selain itu, Maroko juga banyak handmade dari kulit seperti tas dan sandal dengan harga yang murah!Cocok di buat oleh-oleh! Saya beli satu tas kulit seharga 120 Dirham atau sekitar Rp.150 ribu.

morrocan breakie

peralatan makan yang warna warni

Teh Maroko Super Manis

Ini yang paling khas juga dari Maroko! Moroccon tea! Bedanya sama teh biasa adalah teh maroko di masukkan ke pot kecil terus di campurkan sama daun mint (daun mint khas Maroko ya!) terus di celupkan sugar cube sebanyak banyaknya. Rasanya seperti yang bisa di tebak, manis banget! Yang bilang teh Indonesia itu manis harus cobain teh Maroko dulu. Sangkin manisnya, penduduk Maroko secara statistic banyak yang diabetes lho! Terutama karena minum teh ini dilakukan setiap hari dan setiap lagi nongkrong-nongkrong.

Orange Juice Yang Fresh

Kalau di Indonesia ke warung mana aja pasti teh botol, di Maroko, minuman yang paling sering tersedia (selain teh dan kopi) adalah jus jeruk. Bedanya di sini jus jeruknya padat gak di campur banyak es batu atau air atau air gula. Dan fresh. Paling enak kalau disandingkan dengan tajine.

orange juice maroko

Sarapan omelete Mmaroaroko plus orange juice

Rencanaya saya akan tinggal di Maroko hingga pertengahan Februari karena traveling di Maroko penuh dengan petualangan dan tidak terlalu mahal (terutama karena saya siasati dengan cara ini).

Kalau kamu punya pertanyaan lebih lanjut tentang traveling di Maroko, silahkan isi di kolom komentar di bawah ya!

Terakhir, jangan lupa tonton video di bawah soal pengalamanku tinggal di Maroko selama 3 minggu, subscribe ya!