Setelah 3 minggu keliling Brazil untuk ngerayain karnaval, senang banget akhirnya sekarang bisa traveling di Argentina.

Tapi senang senang ini sebenarnya di lalui setelah was-was sebulan lamanya. Karena visa online Argentina yang ‘janjinya’ bisa dapat 20 hari di website imigrasi Argentina, ternyata kelarnya 1 bulan. Padahal tiket ke Argentina, Chile dan balik lagi ke Brazil dalam satu kode bookingan sudah di booking semua! Dan mahal! Sekitar 250 Euro.

Untungnya seminggu sebelum hari keberangkatan, akhirnya mendapatkan email yang ditunggu-tunggu dari imigrasi Argentina bahwa visa online ke Argentina saya akhirnya di approve juga!

Ternyata Setelah tiba di Argentina ternyata tidak semulus yang kuduga…

Airport Taxi 

Begitu sampai di Airport ternyata sulit memakai Uber (yang selama ini andalan saya untuk transportasi selama di luar negeri). Karena ada perselishan antara taxi lokal dan driver Uber. Jadi kalau  pesan Uber harus jauh banget melimpir.

Sementara naik transportasi lokal bus memang lebih murah tapi ribet harus transit. Karena bawa koper (walaupun cuma 10 kg), ribet deh pindah-pindahnya. Selain itu, kalau naik bus harus nyambung lagi dengan taxi karena busnya gak sampai di depan Airbnb yang saya sewa.

Akhirnya saya memutuskan untuk ke akomodasi naik taxi airport. Ada beberapa pilihan taxi di Airport Ezeiza, tapi saya jatuhkan pilihan pada Ezeiza Taxi yang paling murah ratenya di banding taxi lain. Jarak dari Airport ke downtown adalah 35 km atau sekitar 45 menit.

Biayanya adalah sekitar 1950 peso untuk dua tujuan di downtown (karena saya share ride sama salah satu traveller yang saya ketemuin di jalan). Jadi bisa split bill deh sekitar  1000 peso atau sekitar Rp.225.000

Penarikan Uang selama Traveling di Argentina

Mata uang Argentina adalah peso. Tapi… jangan sekali kali coba untuk ambil uang via ATM di Argentina karena biaya transaksi dari bank di Argentina (catat: biaya transaksi dari bank di Argentina dan bukan biaya transaksi dari bank di Indonesia) besar!

Bisa mencapai 600 peso atau sekitar 135 ribu rupiah untuk kurs sekarang. Sementara maksimal penarikan pun terbatas sekitar 4000-8000 peso (tergantung banknya) atau sekitar Rp.900.000- Rp.1.800.000 untuk kurs sekarang. Rugi dong ya!

Triknya adalah dengan membawa dolar dan menukar pakai kurs blue dollar di outlet tertentu (a.ka black market). Karena kurs blue dollar ini lebih bagus dibanding kurs resmi. Tapi berhubung saya traveling jangka panjang, kurs blue dolar ini gak berlaku dong karena saya gak punya cash dolar.

Siasat saya adalah dengan mengirimkan duit via WesternUnion dan mengambilnya di salah satu agen WesternUnion terdekat.

Pengiriman uang dengan Western Union ini bisa kamu lakukan dengan kartu kredit, jadi gak harus minta orang di Indonesia untuk mengirim uang ke kamu. Minusnya antrian lama dan kamu harus bawa paspor untuk menunjukkan identitas kamu.

Argentina Peso

Sekali ambil duit Peso argentina harus banyak biar gak rugi!

 

Sebenarnya bawa paspor kemana-mana adalah suatu keharusan pada saat di Argentina, karena untuk melakukan pembayaran kartu (baik kartu debit atau kredit) kamu harus menunjukkan ID kamu. Karena takut kehabisan duit cash selama di Argentina, kemana-mana kalau bisa bayar kartu saya pakai kartu dah dan imbasnya bawa paspor pun kemana-mana juga.

Peraturan agar semua outlet menerima pembayaran kartu ini juga baru di berlakukan di Argentina. Sebelumnya banyak outlet tidak menerima pembayaran kartu karena biaya transaksinya mahal. Peraturan ini tentunya menguntungkan traveler yang suka cashless seperti saya.

Argentina Peso

Selama 10 tahun kebelang, kurs peso Argentina anjlok karena kebijakan fiscal yang kurang tepat.

Bahasa yang di Pakai Traveling di Negara Argentina

Spanyol! Portugis yang saya pelajari sepatah-patah selama di Brazil gak guna. Untungnya di Argentina banyak yang bisa berbahasa Inggris seadanya juga jadi gak terlalu pakai body language banget kalau berinterkasi.

Tapi… bahasa Spanyol yang saya pelajari selama di Kolombia, beda aksennya sama bahasa Spanyol di Argentina. Intinya bahasa Spanyol Kolombia lebih ke arah latin dan yang di Argentina lebih ke arah Spanyol mainland plus Italian influence.

Akhirnya saya putuskan untuk les bahasa Spanyol selama di sini karena mondar mandir sendirian agak membingungkan. Sewaktu tinggal di Kolombia 5 tahun lalu, saya stay dengan host jadi lebih gampang ke mana-mana. Sementara karena di Argentina tinggal nya di Airbnb, jadi ngapa-ngapain harus mandari.

Kursus yang saya ambil bernama Vamos Spanish yang direkomendasikan tour guide sepeda saya. Kursus seminggu harganya Rp.195 dollar tiap hari Senin-Jumat selama 4 jam. Lumayan mahal sih tapi ambil kursus Spanyol udah cita-cita saya dari dulu. Plus ada banyak kegiatan sosialnya di kursus ini (lumayan nambah teman). Lagian capek juga komunikasi di Latin Amerika terbata-bata terus bahasa Spanyol saya. Heeee

Tonton video saya exploring Argentina di bawah, jangan lupa subscribe ya!

Transportasi Traveling Argentina

Pas tiba di Argentina, saya santai aja dong nyosor masuk ke bus karena waktu lagi browsing informasi di internet tertulis bahwa kita bisa bayar bus ke drivernya. Pas sudah naik, supir busnya gak bisa bahasa Inggris terus doi nunjukin bill di depan tertulis 10 peso, saya coba kasih cash, drivernya diam aja.

Ternyata oh ternyata naik bus itu harus pakai kartu! Namanya kartu Sube (Sistema Único de Boleto Electrónico; literal English translation: Unique Electronic Ticket System) yang bisa di pakai di bus dan subway train. Sampai halte berikutnya terjadi kebingungan dan antrian pun jadi panjang, bus mandek. Akhirnya orang yang nganti di belakang saya ‘nombokin’ 10 peso itu.

Saya bilang terima kasih dan mau bayar kembali, doi bilang gak usah.  Terus doi jelasin kalau naik bus di Argentina itu harus pakai kartu. Ternyata sekarang di Argentina gak bisa lagi bayar cash ke driver bus, harus pakai kartu Sube! 

Biking Buenos Aires

Alternatifnya kamu bisa keliling naik sepeda publik juga, dan ada spot tertentu untuk kembalikan di seputar kota Buenos Aires

Orang Argentina Ramah dan Helpful

Di Argentina bukan hal yang tidak enak saja yang saya dapatin tapi lebih banyak hal baiknya. Orang Argentina pasti berusaha membantu kalau kamu bilang gak bisa Bahasa Spanyol. Bukan cuma membantu kalau ada language barrier, tapi juga kalau ada kesulitan.

Misalnya waktu saya ketinggalan kacamata hitam (palsu) di restoran, ada seorang bapak (tamu restoran) yang ngejar saya sampai ngos-ngosan ke persimpangan jalan untuk kembalikan kacamata saya. Dan bapak ini (penampilannya rapi) langsung cus pergi begitu kembalikan kacamata saya. Doi cuma mau berniat baik saja!

Di bus yang saya tumpangin tanpa kartu SUBE juga, si abang yang nombokin saya bela-belain browsing di internet untuk cari informasi di mana saya bisa dapatkan kartu SUBE ini. Baik banget kan!

Argentina Steak

Steak Argentina yang famous! Yummy!

Akomodasi Selama di Argentina

Selama di Argentina, saya tinggal di Airbnb, biayanya sekitar Rp.500.000 ribu per malam untuk seluruh apartemen yang ada dapur dan kamar mandi yang kinclong. Dapurnya lengkap segala macam alat masak dan alat dapur. Kamar mandinya ada bath upnya juga.

Apartemennya ada di lantai 10 dengan pemandangan sunset yang bagus banget! Ada fasilitas jacuzzi dan kolam renang di apartemennya. Untuk harga segitu di Argentina murah banget ya!

Airbnb Argentina

Pesan akomodasi Airbnb dengan kode khususku ini supaya dapat diskon ya!

Airbnb discount