Awalnya saya ke Yordania (aka Jordan) seperti biasa adalah karena ‘kecelakaan’. Ceritanya saya sedang traveling di Malta untuk beberapa minggu. Waktu lagi bosan, seperti biasa saya browsing tiket di Skyscanner, nah gak sengaja dong ketemu tiket murah ke Jordania!

Dan harga nya saudara-saudara CUMA EURO 20 (SETARA DENGAN SEKITAR RP.300.000). Dan tiket itu adalah tiket pulang pergi! Kapan lagi coba dari Eropa ke Timur Tengah cuma bayar segitu?

Setelah tau bahwa Jordania bisa Visa on Arrival untuk Indonesia, saya akhirnya memutuskan untuk  taveling di Yordania selama 3 hari dengan memakai paket Jordan Pass dari Ministry of Tourism and Antiquites.  Oh ya untuk dapatkan Visa on Arrival dari Amman airport, kamu wajib traveling minimal 3 malam di Yordania. Kalau kurang dari 3 malam, kamu harus bayar harga visa normal pada saat keluar dari bandara.

Biaya Visa Yordania adalah sbb:

Visa Harga
1 Entry 40 (J.D)
2 Entry 60 (J.D)
Mutliple Entry 120 (J.D)

 

Ngapain Aja 3 Hari Di Yordania

Hari pertama saya tiba di jemput oleh teman yang saya kenal melalui situs Couchsurfing. Kebetulan doi lagi jemput adiknya juga di bandara. Akhirnya saya di ajak ke rumah keluarganya sambal makan siang makanan khas…. bukan Yordania tapi Palestina.

Ternyata lebih dari 60 persen penduduk Yordania adalah keturunan Palestina karena pemerintah Yordania sangat terbuka menerima keturunan Palestina yang harus keluar dari wilayah mereka  akibat konflik dengan Isreal. Bahkan Queen Rania, ratu yang sekarang berkuasa di Yordania juga berasal dari keluarga Palestina.

Malamnya saya ketemu teman-teman yang sudah saya kenal di Malta sebelumnya untuk makan malam sambil explore kota Amman, Yordania.

Jordan Food

Makanan di Yordania itu stylenya sharing rame-rame

Jelajah kota Amman, Yordania

Kota Amman berbatasan dengan Arab Saudi di selatan, Irak di timur laut, Suriah di utara, Israel dan Palestina di barat. Meskipun negara tetangganya sebagian besar berkonflik atau perang tapi pengalaman saya traveling di Amman aman aja.

Saat di Amman, saya sempat di ajak teman lokal (yang keturunan Palestina dan lama tinggal di Arab Saudi) untuk berkunjung ke lokal bar sambal liat live music di sana. Dan ternyata negara Jordan juga memproduksi beer mereka sendiri (ya sama aja kayak di Indonesia yang produksi Bintang favoritnya para turis asing).

Selain ketemu dengan teman baru di Amman, saya juga menyempatkan beberapa tempat-tempat asik di Jordan. Pertama berkunjung ke Citadel yang merupakan bekas reruntuhan kerajaan Roma.

Favorit saya pada saat traveling di Yordania adalah mencobain berbagai desert.  Ternyata Yordania terkenal dengan desertnya lho alias makanan yang manis manis campur madu, gula,kacang-kacangan, karamel, dll. Buat ketagihan banget ini.

Selain desert, Jordan juga terkenal sama budaya minum tehnya sambil nge-shisha. Uniknya lagi, teh di Yordania selalu di suguhi dengan gula dan daun mint!

Petra – ‘Rose City’ Wajib di Kunjungi di Yordania

Petra adalah tempat wajib dikunjungi di Jordan. Petra merupakan situs arkeologi yang berdiri sejak sekitar 300 SM. Untuk masuk ke situs ini, kita harus melalui ngarai sempit bernama Al Siq. Di dalam kompleks Petra, terdapat beberapa makam dan kuil yang di ukir  di tebing batu tebing batu pasir merah muda.

Jordania

Masuknya via ngarai seperti ini

Struktur yang paling terkenal di Petra adalah kuil dengan hiasan fasad ala Yunani setinggi 45 m yang di namakan ‘The Treasury’. Petra ini bahkan masuk ke daftar New7Wonders of the World lho!

Foto The Treasury yang instagramable banget di bawah! Jangan lupa follow IG ku ya!

Saya berkunjung ke Petra PP dengan JETT Bus. Berangkatnya jam 6.30 pagi dan kembali pukul 4 sore. Sementara perjalanan satu arah dari Amman ke Petra adalah sekitar 4 jam. Bus ini adalah alternative terbaik kalau kamu traveling solo di Jordan. Harganya sekitar 18 Jordanian Dinnar (JD) PP.

Komplek Petra sendiri sebenarnya luas banget! Kamu bahkan bisa explore selama 3 hari di sana. Kalau kamu suka arkiologi dan situs bersejerah, ini surganya kamu!

Saya memutuskan untuk ambil tiket PP karena waktu yang terbatas di Petra. Saya berencana untuk mengunjungi Laut Mati keesokan harinya (tujuan utama saya banget)! Untuk tiket masuk ke Petra, saya tidak bayar lagi karena sudah include di Jordan Pass nya.

Tapi kalau kamu gak menggunakan Jordan Pass biayanya seperti ini:

Tiket Harga
1 Hari 50 (J.D)
2 Hari 55 (J.D)
3 Hari 60 (J.D)

 

Harga di atas di luar dari tip nunggakin keledai dan harga guide (gak wajib tapi kamu bisa keliling Petra 1 hari via shortcut yang dipandu oleh guide).

Kendaraan umum tidak di ijikan masuk area Petra jadi kalau kamu capek ya alternatifnya cuma naik kedelai.

Keledai Yordania

Lucu ya keledainya.

Wisata di Laut Mati di Yordania

Laut Mati (Dead Sea) terletak di antara Yordania, Israel dan Tepi Barat Palestina. Tempat ini dinamakan laut mati karena tidak ada organisme yang hidup di laut ini karena kadar garamnya yang tinggi.

Alasan  airnya bisa asin karena laut ini adalah titik terendah di  permukaan bumi (sekitar 398 meter di bawah permukaan laut) sehingga airnya tidak mengalir dan kadar garam pun bertumpuk.

Karena kadar garam yang tinggi itu pulalah  kalau kamu mencoba berenang di sini, kamu akan mengapung!  Tapi jangan sekali kali berenang dengan kepala menunduk. Usahakan berenang dengan gaya punggung karena kadar garam yang tinggi bisa buat mata pedih!

Banyak yang tertarik berkunjung ke Laut Mati karena khasiat lumpurnya yang kaya akan mineral di percaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Saya pun gak  kalah mencoba. Dan benar saja, usai mengoleskan lumpur di seluruh tubuh dan wajah, berjemur dan membilas sisa lumpur rasanya kulitku jadi lebih fresh!

Berbagai Alternatif  Akses Pantai Laut Mati Di Jordan:

  1. Ke Pentai Umum (tempat orang local)
  2. Ke Pantai Umum (khusus Turis)
  3. Ke Pantai Resort

Saya sendiri pilih ke Pantai Resort  ‘one day pass’ dengan menggunakan jasa paket dari akomodasi saya Sunrise Hotel . Paket ini seharga 40 JD yang sudah termaksud biaya paket dan biaya taxi kuning (belum termaksud tip). Bapak drivernya sudah tua tapi Bahasa Inggrisnya lancar, orangnya juga lucu. Tapi kasian juga soalnya sudah tua dan pelupa tapi masih sibuk mencari nafkah.

Awalnya saya di janjikan untuk traveling bareng tamu lain dari hotel tapi yang lain pada gak jadi ikutan jadinya saya hanya berdua saja dengan bapak ini.

Di pantai resort yang saya pilih ini tempatnya exclusive, kebanyakan pengunjungnya couple atau keluarga atau rombongan teman. Kebanyakan duduk di kursi panjang, berjemur sambal hahahahihi. Ugh, buat mupeng juga traveling sendiri ke resort seperti ini.

Saya yang sedang traveling sendiri harus minta ke penjaga pantainya untuk motoin. Hasilnya gak jelek kayak yang di bawah ini.

Dead Sea Yordania

Di pantai resort ini juga ada area sendiri yang penuh dengan lumpur laut mati. Asiknya di sediakan cermin besar jadi untuk traveler solo seperti saya ini lirik-lirik kaca lah supaya seluruh badan bisa terlumuri dengan lumpur yang sedikit amis tapi ditahankan demi khasiat memperhalus kulit.

Nilai plus ikutan paket tour di pantai resort ini adalah kita di kasih makanan buffet, ada fasilitas Jacuzzi, dan sliding poolnya yang bisa di pakai sepanjang hari.

Resort Yordania

Resort Yordania ada sliding poolnya!

Madaba dan Gunung Nebo

Dalam perjalanan ke Laut Mati, saya juga sempat singgah di Madaba dan Mount Nebo karena memang satu arah. Kedua tempat ini merupakan kota dengan panorama indah dimana kamu bisa bisa liat Holy Land.

Madaba adalah kota kecil dengan populasi sekitar 60.000. Kota ini terkenal karena mosaik Bizantium dan Umayyah. Pada saat saya berkunjung, banyak rombongan turis internasional yang sedang wisata rohani disini.

Gunung Nebo adalah tempat Musa dinyatakan telah melihat ‘Tanah Perjanjian’. Dari puncak tempat lookout di Gunung Nebo ini kamu bisa melihat titik-titik dari situs bersejarah utama khususnya agama Abrahamik/samawi: Laut Mati, Israel, Jericho, dan Yerusalem (pada hari yang cerah).

Yordania

Sayangnya saat saya berkunjung sedang berkabut jadi tidak terlalu kelihatan titik-titiknya

Hal yang perlu di perhatikan pada saat traveling di Jordania:

Transport

Di Yordania tidak banyak pilihan transportasi publik. Kamu bisa gunakan Uber atau taxi kuning di jalan. Taxi kuning biasanya pakai meteran dan harganya tidak terlalu jauh lebih mahal dari dengan harga Uber.

Akomodasi

Selama di Jordan, saya stay di Sunrise Hotel karena pilihan yang paling murah yang saya temukan di Booking.com Hanya sekiar 7 Jordan per malam sudah termaksud sarapan.

Sunrise Hotel Yordania

Sunnrise Hotel sederhana tapi dekat dengan pusat kota

Kamu bisa pilih banyak alternatif akomodasi lainnya via Booking.com

Jordanian Dinnar

Jordan menggunakan mata uang Jordanian dinnar yang ternyata nilai tukar nya gak murah lho. Satu Jordanian dinnar setara dengan Rp.20.000. Jadi walaupun tiket pesawat ke Yordania murah, biaya traveling di negaranya gak murah. Total traveling selama 3 hari saya habis sekitar 3 juta, itupun udah pake acara hemat!

Iklim

Saya berkunjung di Petra di bulan Januari yang artinya masih musim dingin. Suhu di sana bahkan bahkan bisa sampai minus. Kamu harus sedia baju tebal dan jeket hangat. Dalam perjalanan saya dari kota Amman ke Wade Rum (lokasi Petra), saya bahkan melihat salju di sepanjang jalan. Saran saya lebih baik ke Yordania pada saat cuaca cerah seperti Spring atau Autumn.

Yordania Wadi Rum

Foto ini di ambil di perjalanan saya menuju Petra dari kota Amman

Liat juga pengalaman saya traveling di Yordania di video Youtube di bawah, jangan lupa subscribe ya!