Setelah lama di idam-idamkan akhirnya tercapai juga misi saya traveling ke negara tetangga Filipina di awal tahun 2018 yang lalu. Itu pun karena dapat promo murah Airasia! Saya dapat pulang pergi dari Bali- Manilla (tanpa transit) seharga Rp.1.500.000 dari Jajantiket .

Karena Filipina juga negara kepulauan yang banyak pantai bagusnya, sayang dong kalau ke Filipina cuma ke Manila doang. Manila notabenenya ya mirip kayak Jakarta: macet, polusi, banyak petty crime dan banyak gedung-gedung besar.

Oleh karenanya saya putuskan untuk traveling ke Bohol dan Cebu. Kesananya dari Manila naik Cebu Airlines karena murah!  Sementara dari Bohol ke Cebu saya naik kapal boat cepat. Sebenarnya saya berniat untuk traveling ke salah satu hot tourist spot di Filipina, Borocay. Sayangnya pas tanggal keberangkatan saya, Borocay sedang ditutup untuk turis untuk alasan lingkungan dan konservasi.

Tempat Wisata di Pulau Cebu Filipina

Kawasan Waterfall

Ini highlight yang harus di coba kalau traveling di Cebu! Berlokasi 130 km dari Kota cebu atau 3 jam perjalanan. Agak jauh. Tapi worth it banget! Masuk ke sini kamu bayar entrance fee sebesar 40 peso. Setelahnya jalan sekitar 1,5 km ke air terjun pertama. Airnya biru dan sedikit warna pastel. Segar banget lah pokoknya.

Kegiatan utama di sini adalah Canyoneering. Kamu bisa bayar guide sebesar 1000-2000 peso untuk guide kamu keliling area Kawasan (tergantung berapa lama). Intinya untuk bisa lompat bebas dan nyebur ke air.

Kamu bisa sliding dan bahkan lompat dari air mulai dari ketinggian 3,5, 10 bahkan 12 meter. Kamu harus di temani oleh guide lokal untuk keliling wilayah ini. Karena lokal guidenya yang tau area mana yang kamu bisa lompati dengan landing yang smooth.

kawasan waterfall

Sumilon Island

Untuk bisa ke pulau ini, kamu harus naik perahu dari Oslob di pulau Cebu, sekitar 15 menitan. Di pulau ini, ada satu resort khusus. Tapi jangan kwatir karena turis yang tidak menginap di resort bisa tetap menikmati pulau Sumilon dengan membayar entrance fee sebesar 50 peso. Pulau ini airnya sangat bersih dan pasirnya putih dan halus. Kamu bisa kayaking, snorkelling atau sekedar leyeh-leyeh di pantai.

Sumilon Island

Liat deh pantainya putih banget!

Klook.com

Hotel di Cebu, Filipina

Pada saat di Cebu, partner traveling saya tiba-tiba sakit karena salah makan. Doi deman tinggi dan menggigil. Saya takut banget! Takut karena gak punya teman di Cebu dan takut kalau doi kena demam berdarah.

Saya telepon resepsionis menanyakan kira-kira di mana rumah sakit terdekat di sini karena teman saya ini lagi demam. Dengan sigap, resepsion merespon memberikan paracetamol, thermometer pengukur demam, extra air dan setiap 15 menit sekali menelepon. Bahkan managernya juga menelopon untuk update kondisi teman saya. Sampai nawarin ambulance segala ke rumah sakit. Semuanya tanpa extra charge. Pol banget deh hospitality-nya.

Hotelnya namanya Quest Hotel  dan lokasinya bagus tepat di depan shopping mall. Super recommended!

Quest Hotel Cebu

PemandanganQuest Hotel Cebu bagus banget menghadap ke kota

Tempat Wisata di Pulau Bohol Filipina

Chocolate Hills

Ini adalah tempat wisata target utama saya. Pertama kali dengan Chocolate hills sewaktu saya jadi pembicara di acara Asian Youth Forum di Phnom Penh, Kamboja tahun 2013 yang lalu. Salah satu pembicara asal Filipina waktu itu presentasi tentang tempat wisata Filipina yang adalah bukit-bukit mungil lucu bernama Chocolate Hills. Dinamakan begitu karena bentuk bukitnya mirip coklat Hersey!

Bukit ini sebenarnya terbuat dari kapur dengan bukit yang berjumlahnya antara 1.268 sampai 1.776 diatas tanah seluas  50 hektar.  Uniknya, bentuk dan ukuran bukit itu hampir sama. Yaitu mengerucut atau seperti kubah dengan ketinggian antara 45 sampai 150 meter.

Secara ilmiah, bukit ini terbentuk akibat pergerakan geologis bumi yang menyebabkan naiknya tumpukan karang dari luat. Setelah ribuan tahun, tumpukan karang ini berubah jadi kapur dan erosi angin membuatnya berbentuk kubah kerucut. Lucu kan?

Chocloate Hill Filipina

Tarsier

Tarsier Filipina adalah hewan kecil yang sangat khas filipina. Salah satu primata terkecil yang ukurannya lebih besar dari tangan pria dewasa. Matanya besar banget tidak seproporsi dengan ukuran badannya yang mungil. Sayangnya Tarsier yang lucu ini memiliki tendensi bunuh diri! Kalau tarsier merasakan stres atau ketidaknyamanan, mereka berusaha bunuh diri dengan cara membenturkan kepala mereka ke kandang — jika mereka dikurung — atau ke pohon. Makanya kalau ke Tarsier Conservation Area di Bohol kamu disarankan untuk tidak berisik. Kasian Tariernya stress.

Tarsier Filipina

Lucunya Tarsier lagi tidur

Loboc River

Sungai Loboc adalah sungai di provinsi Bohol, Filipina. Ini adalah salah satu tujuan wisata utama Bohol. Sumber Sungai Loboc terletak di kota Carmen, hampir di pusat Bohol. Dari Carmen, sungai mengalir ke  barat sekitar 1,5 kilometer kemudian mengalir ke selatan menuju Mindanao atau Laut Bohol. Sungai Loboc bersih, jernih, bagus banget! Salah satu sungai terindah yang pernah saya liat! Dan banyak pohon-pohon yang masih hijau juga sepanjang sungainya.

Loboc River

Bagus banget kan sungainya!

Loboc Ecotourism Adventure Park

Di area Loboc Ecotourism Adventure Park kamu bisa cobain zipline, terbang di ketinggian  120 atau 100 meter. Pemadangan waktu zipline ini super duper bagus! Kamu bisa liat lerang gunung Loboc, sungai loboc yang bersih dan torques dan pohon pohon yang tinggi. Saya ngakak terbahak waktu naik ziplinenya karena kesenangan sama pemandangannya. Bianya ziplinenya sekitar 350 peso.

Man-made Forest of Bilar and Loboc, Bohol 

Hutan buatan sepanjang 2 kilometer yang penuh dengan pohon mahoni. Wisatawan yang pergi ke Chocolate Hills dari Loboc tidak akan melewatkan ini karena lokasi hutan buatan ini memang di tengah jalan raya. Nah karena berlokasi di tengah jalan utama jadinya susah cari parkiran untuk menikmati area ini. Pemandangannya memang bagus sih! Hijau dan sejuk.

The Bamboo Hanging Bridge

Jembatan sepanjang 40 meter yang dianyam dari bahan bambu melintasi Sungai Sipatan di Kota Sevilla, Bohol, adalah objek wisata yang sangat unik menurutku. Awalnya dibangun hanya menggunakan bambu dan tali, tapi untuk keamanan di tambahkan kabel baja. Berjalan di atas anyaman bilah bambu awalnya kagok juga, takut jatuh! Bambunya akan melentur dikit kalau lagi jalan, dan goyanannya gak santai. Tapi pemandangan sungai dari atas jembatan bambu ini bagus banget. Hijau ke biru-biruan. Gak nyesal dah.

Hinagdanan Cave

Gua Hinagdanan terbuat dari batu kapur  Di dalam Gua Hinagdanan ini terdapat banyak stalaktit dan stalagmit besar. Serunya gua ini diterangi oleh sinar matahari dari lubang di langit-langit, jadi gak gelap banget. Karena ada sinar matahari pula makanya kelelawar gak suka di gua ini.

Meskipun begitu, banyak burung-burung kecil yang tidur di lubang-lubang kecil di langit-langit nya. Guanya licin, tetapi ada pagar yang terbuat dari tali untuk bertahan agar tidak terjadi kecelakaan karena batu gua yang licin. Serunya di gua ini kamu bisa berenang di airnya yang jernih kehijauan.  

Hinagdanan Cave Filipina

Klook.com

Hotel di Pulau Bohol Filipina

Selama di Bohol saya stay di Loboc River Resort. Tempatnya pas di tepi sungai Bohol. Saya bisa liat aliran sungai Loboc yang jernih dari dalam kamar saya. Hotel ini juga menyediakan fasilitas gratis kanyoning. Fasilitas kolam renangnya pun besar! Recommend banget!

Loboc River Resort

Tempat Wisata di Manila Filipina

Bamboo Bike Tour

Karena gak terlalu tertarik dengan kota besar, saya habiskan waktu di Manila ketemuan sama teman lama. Selain itu saya juga cobain Bamboo Bike Tour Filipina. Keliling kota Manila di area kota tua Intramus dengan sepeda bamboo yang sustainable. Seru deh.

Biking Manila

Di akhir tour, foto bareng travel lainnya.

Kesan Traveling di Filipina

Susah Cari Fresh Juice

Tinggal di Indonesia pasti gampang dong pesan jus. Ya iyalah kan negara tropis yang buahnya melimpah dan harganya murah. Sayangnya hal ini gak berlaku di filipina. Seringnya mah di kasih minuman jus kotak yang banyak sirupnya. Duh…

Drivernya Ngalahin Supir Kopaja

Sewaktu mengambil bus untuk keliling pulau Cebu, supirnya udah ngelaju saja sebelum satu kaki saya yang lainnya naik. Dan bawanya gak nyantai dong. Sekitar 100 km per jam bahkan lebih. Padahal banyak penumpang yang berdiri di lorong bus.

Makannya Banyak Daging

Menu makanan di filipinya banyak daging! Sosis, barbeque, burger daging. Kalau kamu suka street food, cobain makanan di pinggir jalan bbq grill ayam atau sapi pakai nasi. Simple, murah dan enak.

Olahraga Basket

Kalau di Indonesia, olahraga favorit adalah bulu tangkis, di filipina adalah basket. Sepanjang jalan di filipina entah berapa lapangan basket yang saya temui. Banyak banget. Udah gitu main basket pakai acara musik kenceng lagi.

Bahasa Inggris

Filipina sempat dijajah oleh Amerika Serikat dari tahun 1898 hingga akhirnya kemerdakan filipina diakui tahun 1946. Alhasil selain bahasa Tagalog, orang filipina pada jago bahasa Inggris.

Bakery ala Filipina

Selama saya traveling di Filipina, saya sering ketemuin bakery in the middle of nowhere. Jadi toko bakery milik keluarga yang di kanan kirinya gak ada rumah lain. Karena orang filipina gemar makan roti. Dan harganya murah. Rumah bakery mini ini jadi andalan saya cari menu sarapan pada saat traveling di filipina.

Keliling Naik Motor

Karena public transport di pulau kecil seperti Bohol atau Cebu tidak terlalu tersedia (dan jadwalnya suka ngaret), saran saya kalau keliling pulau kecil di filipina mending sewa motor. Harganya mungkin gak semurah sewa motor di Indonesia tapi lumayan hemat waktu dan jadi flexible keliling di filipina.

Musik Favorite Filipina

Mungkin udah pada tau kalau orang Filipina demen nyanyi. Tapi selain nyanyi, mereka juga suka dengarin musik keceng banget. Jangan heran kalau di angkot atau di jalan kamu bisa dengar musik yang volumenya se-pol-polnya. Bahkan radius 1 km masih kedengeran.

Filipina Beach

Saran saya kalau mau booking aktivitas di Filipina bisa via Klook (karena biasanya lebih murah dari pada booking on the spot).

Kalau ada pertanyaan soal traveling di filipina, silahkan tulis di kolom komentar ya! Jangan lupa cek juga pengalamanku traveling di negara Asia lain.

Traveling Aja Dulu Book Olivia Purba